MAKASSAR, BKM — Seorang ibu rumah tangga bersama tiga orang anaknya dilaporkan hilang. Mereka meninggalkan rumahnya yang juga dijadikan Warung Mas Mul di Jalan Mangka Dg Bombong Dg Bombong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Sang ibu bernama Nurhidayah. Usia 33 tahun. Berperawakan gemuk dengan rambut sebahu. Memiliki tahi lalat di atas mata sebelah kiri. Ia meninggalkan rumah dengan menggunakan bentor hingga ke Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Turut bersamanya tiga orang anak-anaknya. Masing-masing si kembar Muh Nur Afianto (10) dan Ukti Nur Afifah (10), serta Muh Wahyu Afifi (8). Ketiganya bersekolah di SD Negeri Unggulan Paccinongan, Kabupaten Gowa.
Yahya Hirmawan, saudara kandung Nurhidayah telah melaporkan hilangnya adiknya itu ke polisi. Dalam laporannya, dijelaskan bahwa Nurhidayah bersama tiga orang anaknya pergi dari rumah dua hari usai lebaran Idulfitri lalu. Tepatnya, Jumat (7/6) pukul 08.00 Wita.
”Informasinya baru kami ketahui dua hari setelahnya, atau tanggal 9 Juni. Waktu itu, ibu yang ikut di adik saya yang satunya bertanya-tanya. Kenapa sudah dua hari adik saya dan tiga anaknya tidak pernah datang ke rumah,” tutur Yahya melalui sambungan telepon, kemarin.
Menindaklanjuti kegelisahan sang ibu, Yahya lalu berinisiatif menghubungi Mulyadi, adik iparnya yang merupakan suami dari Nurhidayah.
”Suaminya mengiyakan kalau istrinya pergi dari rumah. Katanya ada masalah sedikit. Bilangnya sepele,” jelas Yahya yang tinggal di Pao-pao, Gowa.
Selain melapor ke polisi, Yahya mengaku juga telah menyebar selebaran pengumuman hilangnya sang adik dan tiga keponakannya. Ia berharap keempat keluarganya ini bisa diketahui keberadaannya dan dapat ditemukan.
Ahmad Suparjan, adik dari Nurhidayah yang dihubungi terpisah, mengaku melaporkan perihal kehilangan kakaknya ke Mapolres Gowa, Selasa (18/6) pukul 13.00 Wita. Menurut Ahmad, Nurhidayah bersama tiga anaknya menghilang ketika berada di Pelabuhan Soekarno-Hatta.
Ahmad memastikan, kakak serta ponakannya itu sengaja menghilang setelah cekcok dengan suaminya bernama Mulyadi. Mereka berempat pergi hanya dengan membawa pakaian seadannya. Tak ada dari mereka yang membawa gawai.
”Sewaktu meninggalkan rumah, kakak saya hanya membawa dua tas kecil. Mereka berempat naik bentor ke pelabuhan. Setelah itu saya tidak tahu lagi mereka ke mana. Susah menghubungi karena mereka tidak ada yang bawa HP. HP anaknya saya hubungi ternyata ada di rumahnya,” jelas Ahmad yang tinggal di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Ahmad mengungkapkan, kemungkinan besar kakaknya meninggalkan rumahnya karena cekcok dengan suaminya. “Sejak menikah mereka memang tidak harmonis. Sering cekcok. Kakak dan ponakan-ponakan saya sering main ke rumah, tapi suaminya tidak pernah. Mereka memang tidak akur. Mungkin karena itulah kakak saya pergi,” beber Ahmad.
Pasangan suami istri Nurhidayah dan Mulyadi menyewa rumah di Jalan Mangka Dg Bombong sejak tahun 2005. Sehari-harinya mereka berjualan sari laut.
“Saya berharap siapa tahu ada yang menemukan keberadaan kakak saya dan anak-anaknya agar segera menghubungi nomor HP saya, atau kantor Polres Gowa. Saya sudah mencari dan menghubungi kerabat di Makassar maupun di Gowa, termasuk paguyuban keluarga kami (rumpun warga Jawa Timur) yang ada di Makassar. Tapi kakak saya tidak ada di sana. Kemungkinan mereka berada di rumah orangtua teman anak-anaknya (teman sekolahan),” jelas Ahmad yang mulai menetap di Gowa sejak 2010 lalu.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan adanya laporan tersebut. ”Pihak keluarga atas nama Ahmad Suparjan telah datang melaporkan kehilangan saudaranya. Pelapor sekaligus meminta bantuan kepolisian untuk dilakukan pencarian terhadap keluarganya,” ujar Mangatas Tambunan.
Saat datang di mapolres, Ahmad Suparjan membawa serta foto kakak serta ketiga ponakannya. “Menurut penjelasan pelapor, kakaknya bersama keponakannya hilang di kawasan Pelabuhan Makassar,” jelas AKP Mangatas Tambunan lagi. (sar/rus)
Ibu dan Tiga Anaknya Dilaporkan Hilang
×

