MAKASSAR, BKM — Pengisian jabatan lowong di Pemprov Sulsel dilakukan secara maraton oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim), Senin (8/7), Nurdin melantik dua pejabat eselon II dari hasil seleksi lelang jabatan yang dilakukan sebelumnya.
Pejabat yang dilantik sesuai dengan prediksi berbagai pihak sebelumnya. Untuk posisi asisten I, Nurdin menemepatkan mantan bupati Pinrang dua periode Andi Aslam Patonangi. Sementara posisi kepala Dinas Bina Marga, dilantik Prof Rudi Djamaluddin. Dia merupakan salah seorang Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dan guru besar Fakultas Teknik Unhas.
Usai melantik kedua pejabat tersebut, Nurdin mengatakan dua pejabat baru itu punya keunggulan masing-masing. Diapun menjelaskan bagaimana sepak terjang dua pejabat baru tersebut yang sudah tidak diragukan lagi.
“Saya yakin kita semua kenal Pak Aslam. Dia adalah tokoh yang sangat baik dan pemimpin yang sangat jujur. Pak Aslam sudah menjadi bupati Pinrang dua periode dan telah mengubah Pinrang menjadi daerah yang maju,” jelas Nurdin.
Sedangkan Rudy Djamaluddin, merupakan salah satu tim yang sudah membuktikan perjuangannya untuk mengagas percepatan pembangunan di Sulawesi Selatan.
“Prof Rudy ini saya kira tidak ragukan lagi. Beliau sudah berhasil membangun kampus Tehnik Unhas yang tentunya sangat berkualitas,” kata alumnus Universitas Jepang itu.
Olehnya itu, Nurdin Abdullah sangat yakin semua kebijakan Prof Rudy di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel nantinya akan berdasarkan hasil penelitian dan kebutuhan masyarakat Sulsel.
“Saya yakin semua yang dilakukan semua berbasis riset. Tanggung jawab Prof Rudy ini adalah menyelesaikan jalan provinsi kita dan membuat standar kota sama semua di Sulawesi Selatan,” harap Nurdin Abdullah.
Selanjutnya, kata Nurdin, pihaknya akan terus melakukan proses pengisian jabatan yang kosong. Baik melalui lelang atau pergeseran-pergeseran.
“Yang kosong akan segera kita isi. Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Inspektorat, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah,” terangnya.
Diapun mengajak kepala OPD yang ingin menempati posisi-posisi tersebut untuk mempersiapkan diri mengikuti lelang jabatan.
“Itu kan kosong. Coba bersaing secara sehat,” tambahnya.
Ditemui usai pelantikan, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi yang baru Prof Rudi Djamaluddin mengaku langsung bekerja usai dilantik. Dia ingin memperkuat peran Bina Marga, utamanya untuk memberikan pelayanan ke masyarakat.
Langkah ke depan, kata dia, pihaknya akan melakukan identifikasi untuk memetakan kegiatan paling prioritas. Setelah itu mereka ingin mempercepat proses tender.
“Kita ingin tender dipercepat. Untuk proyek tahun depan, tendernya selesai tahun ini, sehingga tahun depan langsung bekerja,” bebernya.
Kata dia, di OPD teknis seperti Bina Marga, kunjungan ke luar negeri juga penting. Itu untuk melihat kondisi infrastruktur di luar negeri sebagai pembanding di Sulsel.
“Pengerjaan jalan kita sudah jalan seperti di Seko serta akses Rantepao-Bua. Tahun depan, anggaran infrastruktur lebih besar,” tambahnya. (rhm/rus)
Prof Rudi Ingin Tender Proyek Dipercepat
×

