pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

”Kalau Beliau Hadir, tidak Ada yang Tegang”

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN. Awan duka menyelimuti gedung DPRD Kota Makassar. Salah seorang wakil rakyat yang biasa berkantor di tempat ini telah berpulang untuk selama-lamanya. Amar Busthanul menghadap ke Sang Pencipta, Senin (29/7).

KABAR duka itu menyebar secara viral lewat media sosial (medsos). ”Telah meninggal dunia anggota DPRD Makassar H Amar Busthanul (F Gerindra), Senin siang (29/7) di Rumah Sakit Akademis.”
Politisi yang telah dua periode menjadi legislator Kota Makassar ini mengembuskan nafas terakhir, setelah menjalani pengobatan dan cuci darah.
Kepergiannya membuat koleganya di parlemen Makassar merasa sangat kehilangan. Salah satunya adalah Busranuddin Baso Tika. Pria yang karib disapa BBT menilai sosok almarhum akan selalu selalu dirindukan. Ia bersahabat dan tidak pernah marah.
Di mata BBT, almarhum orangnya humoris. Candaannya membuat orang-orang selalu rindu padanya.
“Saya mengenal almarhum sebagai sosok yang bersahabat dan humoris. Tidak pernah marah kepada siapapun. Kalau almarhum hadir, orang-orang tidak tegang. Suasana bisa langsung cair,” kenang BBT, kemarin.
Ada banyak kenangan yang bisa ia lupakan bersama almarhum. Semuanya berkesan dan begitu dan membekas. Paling kuat adalah lelucon dari almarhum.
“Setiap kali saya ke DPRD Makassar selalu merasa ada yang kurang jika beliau tidak ada. Kenapa? Karena itu tadi, beliau suka bercanda. Pasti tidak ada yang tegang kalau beliau datang,” ujarnya.
Bukan cuma BBT, Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Betta juga memiliki pengalaman berkesan dengan Amar Busthanul. Seingatnya, semasa hidup almarhum dikenal sebagai sosok yang suka guyon dan dinamisator. Kehadirannya sangat dibutuhkan saat suasana genting di dalam proses pengambilan keputusan.
“Beliau mampu memecahkan kebuntuan. Itulah kehebatan beliau dalam berpolitik. Mampu membangun komunikasi dengan baik pada semua partai yang ada di DPRD,” tambahnya.
Bagi Aru, sosok almarhum juga telah banyak memberikan kontribusi yang dilahirkan melalui pansus. Salah satunya, Perda Cagar Budaya.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Rencananya, jenazan almarhum akan dimakamkan hari ini, Selasa (29/7) usai salat dhuhur di pekuburan Pa’bangngiang, Jalan Kacong Dg La’lang, Kabupaten Gowa. Juga akan dilakukan upacara pelepasan penghormatan terakhir di gedung DPRD Makassar. (arf/rus)



×


”Kalau Beliau Hadir, tidak Ada yang Tegang”

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar