pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

”Berat Sekalimi Sakitku, Tapi Saya Ikhlas”

PANTAUAN BKM di rumah duka, sejak Selasa siang hingga tadi malam, terlihat kesibukan mendirikan tenda untuk para pelayat dan pelaksanaan zikir bersama. Sejumlah pejabat Pemprov Sulsel dan Pemkab Gowa silih berganti berdatangan.
Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni bersama sejumlah pimpinan OPD lingkup Gowa tampak lebih banyak diam. Mereka dilingkupi rasa sedih. Bahkan Abd Rauf Malaganni menangis terisak duduk di depan papan karangan bunga ucapan dukacita yang banyak terpajang di sisi kiri kanan Jalan Haji Bau.
“Beliau adalah sosok panutan. Beliau telah tiada,” kata pejabat yang akrab disapa Karaeng Kio ini di tengah para pejabat Pemkab Gowa.
Mantan Sekretaris Kabupaten Gowa Baharuddin Mangka mengatakan, kepergian Ichsan membuat masyarakat Gowa sangat kehilangan.
“Saya teringat kata-kata beliau ketika ulang tahunnya dirayakan pukul 01.00 pada 9 Maret 2019 lalu. Beliau berbisik kepada saya, Daeng berat sekalimi sakitku ini, tapi saya ikhlas. Begitu katanya. Saya sangat sedih mendengar kata-kata beliau saat ini. Dan kini beliau betul-betul telah pergi untuk selamanya,” kenang Baharuddin Mangka.
Hal senada disampaikan pengurus PGRI Kabupaten Gowa Sappe Mangiriang. Kepada BKM, Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Gowa ini mengatakan, pembinaan dan cara mendidik aparat yang telah dilakukan IYL terhadap para pegawai di Gowa saat masih menjadi bupati, sangat dirasakan manfaatnya saat ini.
“Manfaat petuah-petuah beliau kini membekas. Saya sangat terkesan dengan orientasi kepemimpinan beliau yang selalu ingin membuat masa depan generasi di Gowa tumbuh berkualitas. Makanya, beliau sangat eksis dan konsisten membuat program peningkatan mutu pendidikan,” terangnya.
Waktu itu, Sappe Mangiriang mengenang, dirinya masih menjabat sebagai sekretaris di Dinas Pendidikan Gowa. Ichsan disebutkannya begitu memiliki perhatian besar untuk pendidikan.
”Saya ingat ketika menjenguk saat masih dirawat di Singapura. Beliau sempat menasihati saya meski saat itu tetap berbaring. Beliau bilang, kalau kita punya anak sebaiknya janganlah sekolahkan diluar tempat tinggal kita. Sekolahkanlah anak-anak di daerah sendiri, supaya mereka paham dengan budaya daerahnya. Mudah diawasi dan mudah melihat perkembangan pertumbuhannya. Jika kita sekolahkan anak-anak kita jauh dari kita, maka ingat hanya sekali saja kita (orangtuanya) bisa berinteraksi dengan mereka. Nasihat itu merupakan satu wejangan bahwa pendidikan agama, budaya sangatlah penting dipahami anak-anak kita untuk membentuk karakternya kelak,” ungkap Sappe Mangiriang. (sar/rus)



×


”Berat Sekalimi Sakitku, Tapi Saya Ikhlas”

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar