pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Cari Rp200 M untuk Rehab Stadion

TARIK ulur terkait kepemilikan serta pengelolaan Stadion Andi Mattalatta menemui titik akhir. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel akhirnya mencabut hak pengelolaan yang selama ini dikuasai Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).
Ketua KONI Sulsel Ellong Tjandra menegaskan, pihaknya telah melayangkan surat pencabutan izin yang dimaksud kepada pihak YOSS pada 31 Agustus lalu. Langkah selanjutnya, aset stadion Andi Mattalatta akan diserahkan ke Pemprov Sulsel.
“Kan ini bertahap. Yang jelas ini hal baru, bahwa kita sudah berani mencabut hak pengelolaannya. Saya (KONI) tidak mauji kelola. Kita kembalikan kepada yang punya aset,” tutur Ellong, Senin (2/9).
Ellong melanjutkan, langkah yang ditempuh KONI Sulsel ini merupakan tindak lanjut permintaan gubernur Sulsel untuk menghentikan izin kelola YOSS atas Stadion Mattalatta. Selanjutnya, rencana pelimpahan berikutnya ke Pemprov Sulsel diharapkan dilakukan dalam waktu dekat.
KONI Sulsel akan menyurat secara resmi kepada Pemprov Sulsel untuk penyerahan aset stadion pascapencabutan izin kelola oleh YOSS.
“Step kedua, suratnya terpisah kita limpahkan ke pemprov. Jadi ini belum dilimpahkan. Sabar-sabarki. Kan ini menjawab suratnya pemprov untuk minta dicabut, saya cabut,” paparnya.
Kata Ellong, pascapencabutan izin kelola stadion tersebut, pihak YOSS belum memberi respons. Meski begitu, dia memastikan surat dari KONI perihal tersebut sudah sampai dan diterima. Diapun tak mau ambil pusing, jika ada protes dari pihak YOSS.
“Belum ada reaksi. Tapi suratnya sudah sampai. Kan kalau pencabutan pengelolaan, berarti sekarang di tangan KONI. Nah, KONI sudah mencabut. Habis itu nanti saya kembalikan ke pemprov. Kalau mau ribut, ribut di pemprov. Jangan di KONI,” tegasnya.
Diketahui, KONI Sulsel disebut telah lama mengelola stadion Mattoangin. Hingga belakangan, aset tersebut dipihakketigakan pengelolaannya ke YOSS secara sepihak.
Dia berharap, pekan ini pelimpahan aset stadion oleh KONI ke Pemprov Sulsel bisa dilakukan. “Iya, mungkin hari ini, mungkin besok, kita langsung serahkan ke pemprov. Nanti sisa menyurat. Tunggu saja,” tutup Ellong.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pun memberi apresiasi kepada pihak-pihak yang selama ini membantunya dalam proses serah terima tersebut. Di antaranya Korsupgah KPK, Kejati, dan utamanya pihak YOSS sendiri.
Menurut Nurdin, dalam waktu dekat pihaknya akan menunjuk unit pelaksana teknis dinas (UPTD) sebagai pengelola sementara Stadion Mattoanging sambil mempersiapkan rencana rehabilitasi besar-besaran ke depannya.
“Minimal stadion itu sudah tidak kumuh lagi. Kita akan tata kembali. Terus kita bikin maketnya. Tentu kita berharap 2020 sudah mulai dianggarkan bagaimana stadion menjadi stadion yang layak dan menjadi sport center , karena lahannya juga cukup luas,” kata Nurdin, kemarin.
NA mengaku saat ini pihaknya tengah mencari bantuan anggaran guna menjadikan Stadion Mattoanging sebagai sport center. Berdasarkan estimasi pihaknya, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp200 miliar lebih.
Meski menelan biaya yang cukup besar, Nurdin optimistis Stadion Mattoanging akan mencetak pendapatan asli daerah (PAD) yang besar di mendatang.
“Dari kita dululah, sambil cari dari luar. Saya kira untuk rahabilitasi stadion, Rp200 miliar kemungkinan cukup. Tapi itu investasi awal. Selanjutnya akan cetak duit terus,” pungkasnya. (rhm/rus)




×


Cari Rp200 M untuk Rehab Stadion

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar