MAKASSAR, BKM — Kolam retensi atau aquapond yang dibangun atas fasilitasi dan bantuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Jepang hampir rampung. Rencananya proyek ini akan diresmikan bulan ini.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA-CKTR) Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, progres pembangunan aqua pond ini sudah di atas 90 persen. Sehingga penyelesaiannya dipastikan bakal sesuai waktu yang direncanakan sebelumnya.
“Fisiknya sudah mendekati finish. Sesuai rencana memang September ini proyeksi selesai,” ujar Darmawan.
Proyek aqua pond merupakan hasil kerjasama Pemprov Sulsel dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui hibah percontohan sebagai program penanggulangan banjir.
Dengan begitu, lanjut dia, rencananya pihak JICA sendiri yang juga akan berkoordinasi dengam gubernur Sulsel untuk bisa meresmikan proyek itu. “Rencananya akan dilakukan pembukaan peresmian. Saya bicara sama pihak JICA, itu katanya mau diresmikan September ini. Mereka akan menyurat kepada pak gubernur untuk prosesnya,” ucapnya.
Secara umum, pria yang akrab disapa Wawan ini menuturkan pembangunan fisik kolam retensi tersebut sudah selesai keseluruhannya. Saat ini sementara digenjot pekerjaannya adalah pemasangan saluran termasuk pemasangan material pendukung lainnya, seperti pompa air maupun sensor pendeteksi level air dan curah hujan.
Diketahui pembangunan kolam retensi ini berukuran 8x70x2 meter, dan kapasitas tampungan hingga 1.000 kubik air. Sensor level air yang dipasang di kolam akan mendeteksi curah hujan setiap 10 menit. Sensor itu nantinya akan mengirimkan data terus menerus ke sistem yang terpasang. Dari layar monitor perkembangan kondisi hujan bisa terpantau secara up date.
Proyek hibah senilai Rp19,4 miliar itu juga bakal dilengkapi dua pompa. Masing-masing satu pompa untuk mengisap air dari jalan ke penampungan, dan lainnya untuk mendorong air ke Sungai Pampang, melalui saluran drainase.
Mengingat proyek ini meruoakan hibah Jepang, tambah Wawan, jika sudah rampung fisik aqua pond ini akan diserahkan lebih dulu ke pemerintah pusat. “Jadi akan diresmikan pemanfaatannya. Nanti akan diserahkan dulu ke pemerintah pusat. Nanti pemerintah pusat yang menghibahkan ke kita,” pungkasnya.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah juga berharap besar akan proyek ini. Sebagai pilotil project di Sulsel, pembangunan aqua ponda bisa mengatasi genangan air yamg selama ini dikeluhkan masyarakat saat musim hujan di depan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumaoharjo.
Mantan bupati Bantaeng ini mengaku, pembangunan kolam retensi hanya menjadi salah satu bagian program yang dikerjasamakan dengan Jepang. Hanya saja, dia menginginkan agar aquapond bisa dikembangkan di daerah lain di Sulsel. Mengingat proyek ini di kantor Gubernur Sulsel menjadi pilot project penanganan banjir.
“Di depan ada project penanggulangan banjir. Itu juga mungkin bukan hanya disini, tapi kita lanjutkan lagi ke daerah-daerah lain,” tutur Nurdin. (rhm)
Aquapond Diresmikan Bulan Ini
×

