MAKASSAR, BKM — Dalam sepekan kemarin, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai yang ramai didatangi. Mereka adalah bakal calon (balon) wali kota, wakil wali kota, bupati hingga wakil bupati pada 12 kabupaten/kota.
Semuanya datang untuk mengambil formulir, dan juga mendaftar sebagai calon. Mereka bersaing untuk mengendarai partai berlambang kepala banteng moncong putih ini dalam perhelatan pilkada, September 2020 mendatang.
Tim desk pilkada DPC PDIP di 12 daerah tengah berhasil menjaring puluhan nama yang resmi mendaftar, untuk selanjutnya dikirim ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel.
Dari keseluruhan daerah yang akan melaksanakan pilkada tahun depan, dua bupati belum mengembalikan formulir. Mereka adalah Adnan Purichta Ichsan dari Kabupaten Gowa, dan Nicodemus Biringkanae di Tana Toraja.
Dua lainnya, yakni Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak dan Bupati Selayar Basli Ali, belum terkonfirmasi.
Di Makassar, ada 16 nama yang telah mengembalikan fomulir. Masing-masing Syamsu Rizal alias Deng Ical, Dr Alimuddin, Dr Andi Yaqin Padjalangi, Munafri Arifuddin alias Appi, Dr Sukriansyah S Latief alias Uq, Taufiqulhidayat alias dr Onasis, Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny, dr Fadli Ananda, Andi Bashar, Syarifuddin Daeng Punna, Muhammad Ismak, Julianti Noor, Andi Mustaman, Irman Yasin Limpo, Rivaldi, serta Aliyah Mustika Ilham.
Sementara enam orang yang sebelumnya mengambil formulir namun tidak mengembalikan, yakni Muhammad Iqbal Djalil, Haris Yasin Limpo, Taufik Fachruddin, Busrah Abdullah, Abdul Rachmat Noer, dan Andry Arief Bulu.
Mantan wali kota Makassar periode 2014-2019 Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, mengembalikan formulir di sekretariat DPC PDIP, Jalan Serigala, Makassar, Sabtu (14/9).
Danny diantar ratusan masyarakat mengendarai roda dua (motor) dari kediamannya di Jalan Amirullah menuju kantor besutan Megawati Soekarno Putri. “Saya datang ke sini bersama anak lorongna Makassar, merupakan simbol perjuangan PDIP, wong cilik. Dengan kerelaan, semangat juang masyarakat ikut mengantar tanpa dibayar,” katanya sebelum menyerahkan langsung formulir pendaftaran balon kontestasi pilwali Makassar.
Sebelum menyerahkan formulir, dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pengurus PDIP Makassar yang dipimpin Andi Suhada Sappaile.
Tak hanya Danny, namun Syarifuddin Dg Punna alias Sadap juga mengembalikan formulir. Ratusan simpatisan berpakaian adat juga mengiringinya. Sadap tampil dengan pakaian serba putih dipadu kopiah putih. Sementara pengiringnya berpakaian adat Makassar serba hitam dan merah.
Sebelum meninggalkan kantor PDIP, Sadap menyempatkan menyapa warga dan simpatisan yang berjubel menantinya. Sadap mengatakan, hari ini adalah momentum penting bagi rakyat.
“Terima kasih atas dukungan masyarakat Makassar. Hari ini akan menjadi awal dari perjalanan kita menuju Pilwalkot Makassar. Saya maju karena dorongan rakyat, dan sudah komitmen saya untuk mewakafkan diri untuk rakyat,” ujarnya disambut riuh pada simpatisan.
Sehari sebelumnya, Munafri Arifuddin juga mengembalikan formulir. Mengenakan bus warna putih dan ditemani puluhan pendukung, termasuk ustad Rahman Qayyum, kandidat yang akrab disapa Appi ini diterima Ketua Tim Desk Pilkada PDIP Raisul Jaiz dan pengurus DPC lainnya. “Batas pendaftaran yakni hari Sabtu,” ujar Raisul Jaiz.
Di Kabupaten Maros, PDIP tidak memiliki kursi atau wakil di parlemen, namun tetap diminati sejumlah balon bupati dan wakil bupati.
Wakil Ketua Bidang Badan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Maros Marsuki Baso, mengemukakan bila sejak dibuka 2 September lalu, setidaknya ada 13 orang yang telah mengambil formulir pendaftaran. Dari jumlah itu, tiga sudah mengembalikan formulir.
“Yang ambil formulir 13 orang. Sampai tanggal 12 September ada tiga orang yang mengembalikan, yaitu AS Chaidir Syam, Prof Yusran Yusuf, dan Muhammad Ramli Rahim,” ujar Marsuki.
Marsuki menambahkan, untuk persyaratan balon maupun fit and profer test ditentukan DPD atau provinsi. “Kami dari DPC hanya menerima berkas. Untuk uji kepatutan dan kelayakan dilakukan di DPD. Kami hanya mendampingi prosesnya,” terangnya.
Sebanyak 13 balon bupati yang telah mengambil formulir di DPC PDIP Maros, yakni Muhammad Ramli Rahim, Prof Yusran Yusuf, AS Chaidir Syam, Hj Suhartina Bohari, Harmil Mattotorang, Muh Nur Mahmud, Andi Ilham Nadjamuddin, Wawan Mattaliu, Emil Sahabuddin, Kamaluddin Syam, Taufik Malik, DR Lukman Daris, dan Devi Khaddafi.
Untuk PDIP Kabupaten Gowa minim peminat. Dari enam balon yang mengambil formulir, hanya dua yang mengembalikan. Keenam nama yang mengambil formulir, yakni H Darmawangsyah Muin, H Muliadi, A Latif Lira, Samsul Alam, Dr A Nurhikmah Dg Cora, dan Adnan Purichta Ichsan.
Namun, hanya dua yang mengembalikan formulir, yakni A Latif Lira dan Dr A Nurhikmah Dg Cora.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Gowa Samsu Alam, mengatakan selama dibuka pendaftaran ada enam yang mengambil formulir. Namun hanya dua orang yang mengembalikan formulir.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan juga turut mengambil formulir di hari akhir. Adnan mengambil formulir diwakili Dr H Rahmansyah. Namun, ia tidak mengembalikan formulir ke tim 9 PDIP Gowa.
Di Tana Toraja, sebanyak sembilan balon bupati dan satu balon wakil bupati yang telah mengembalikan formulir. Mereka adalah Albertus Patarru, Markus Arruan, Victor Datuan Batara, Rudy Andilolo, Herman Opy Sanda, Nikodemus Biringkanae, John Diplomasi, Adhelheid Sosang, Theofilus Allorerung, Yohanis Kiding Allo, Marsel Rantetana, Krispinus Runtung, Bonifacius Paundanan, Agus Sampeliling, Marthen Sorreng, dan Legius Paliling.
Ketua DPD PDIP Tana Toraja Yohanis Lintin Paembongan menjelaskan, sembilan balon bupati dan seorang balon wakil selanjutnya akan mengikuti tes di DPD PDIP Sulsel.
Bagi yang lolos dan memenuhi kriteria, selanjutnya dikirim ke DPP untuk kembali menjalani seleksi. Setelah itu menetapkan satu orang guna direkomendasikan sebagai calon bupati diusung PDIP.
Jika bupati Toraja dan Bupati Gowa belum kembalikan formulir, maka berbeda di Luwu Timur. Bupati Thoriq Husler dan Wabup Irwan Bahri Syam sudah mengembalikan formulir. Mereka bersama-sama mengembalikan formulir pendaftaran sebagai balon bupati.
“Iya, bupati dan wakil diwakili sekretaris sudah mengembalikan formulir. Keduanya mendaftar untuk posisi 01,” ungkap tim penjaringan PDIP Luwu Timur Ober Datte.
Di Bulukumba, peminat di PDIP juga cukup banyak. Sebanyak 26 balon yang mengambil formulir. Hanya satu yang tidak mengembalikan formulir.
Mereka yang mengembalikan formulir masing-masing HAM Juharta, H Askar HL, A Mattampawali AS, Tomy Satria Yulianto, HM Hamzah Pangki, H Muh Ramli Lantara, Syamsuddin Alimsyah, Hj Hilmiaty Asip, H Abdul Muthalib, A Bau Amal, Jamaluddin M Samsir, Muhammad Yusuf, Muhammad Amir, H Irwanto Hasan, HA Makkasau, Hj Murniaty Makking, A Mahfud AS, A Irwan Nur, A Zukarnain Pangki, Muh Imran, Isradi F, A Muhtar Yusuf, A Musman, Rooslin, dan A Mustamin Patawari Philips.
Panitia penjaringan PDIP Zulkifli Sayye, menjelaskan ada satu kandidat yang sebelumnya mengambil formulir, namun tidak mengembalikan berkasnya, yakni Arum Spink.
Sementara di Kabupaten Pangkep, pendaftar yang mengembalikan formulir sekaligus mendaftar sebagai balon bupati dan wakil bupati berjumlah 11 orang. Ada satu yang tidak mengembalikan formulir, yakni H Umar Muhammad yang merupakan adik ipar Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
11 pendaftar tersebut masing-masing Taufiq Fachruddin, Muhammad Yusran Lologau, Andi Ilham Zainuddin, Muammar Muhayang, Luthfi Hanafi, Arsyad Kunnu, Rahman Assegaf, H Mustari Syam, Bachtiar Gaffar, Muh Arsyad Yunus, dan Syahban Sammana.
Ketua DPC PDIP Pangkep Abdul Rasyid yang dihubungi, Minggu (15/9), membenarkan ada satu orang yang belum mendaftar.
“Ada dua kader internal PDIP yang mendaftar, yakni H Syahban Sammana dan Muammar Muhayang,” kata Rasyid.
Di Kabupaten Soppeng, minim peminat yang mendaftar di PDIP. Ketua DPC PDIP Soppeng A Mapparemma juga telah mengembalikan formulir. Didampingi sang istri Andi Hasmiati beserta keluarganya, A Mapparemma datang dan diterima panitia desk pilkada PDIP Soppeng Basri Isa, Aria Bani, Adam dan Nasruddin Galib, di sekretariat DPC PDIP, Jalan Merdeka.
Selain Andi Paremma, politisi lain yang telah mengambil formulir, yakni mantan wakil bupati Soppeng H Aris Muhammadiyah, yang masih tercatat sebagai ketua DPC PKB Kota Makassar. Ada empat pendaftar di PDIP Soppeng.
Di Kabupaten Selayar, tiga balon yang mendaftar di PDIP. Masing-masing bupati saat ini Muh Basli Ali, Ady Ansar, dan Prof Akbar Silo.
Prof Akbar Silo (PAS) mendaftar di Sekretariat DPC PDIP Selayar, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Benteng, Sabtu (14/9).
Sementara di Kabupaten Luwu Utara, ada lima balon yang mengambil formulir di tim desk pilkada DPC PDIP Luwu Utara. (ari-nug-gus-min-sar/rus)
Puluhan Kandidat Bersaing Kendarai PDIP
×

