pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Ingin di TMP, Pilih Dimakamkan Dekat Ayahnya

Sekali Lagi Tentang Almarhum HZB Palaguna

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel dua periode 1993-2003 H Zainal Basri (HZB) Palaguna kini telah tiada. Ia berpulang di kediaman pribadinya di Jalan Hertasning Raya nomor 28, Rabu (2/10) 16.15 Wita.
Kepergian mantan Panglima Kodam (Pangdam) VII/Wirabuana (sekarang Kodam XIV/Hasanuddin) itu menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Termasuk tokoh-tokoh Sulsel dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengannya.
Pascakeluarga mengumumkan kepergian almarhum, para pelayat tak henti-hentinya berdatangan untuk memberi penghormatan terakhir dan mengucapkan rasa belasungkawa.
Ratusan karangan bunga berjejer rapi di sepanjang Jalan Hertasning dikirim para keluarga, kerabat, pejabat, tokoh masyarakat, hingga koleganya.
Jenazah almarhum disemayamkan satu malam di rumah duka sebelum dimakamkan keesokan harinya, Kamis (3/10). Sesuai dengan pesannya, almarhum dimakamkan di Dusun Larumange, Desa Liliriattang, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, tepat di sebelah makam ayahnya.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Sulsel Gunawan Palaguna yang juga adik kandung almarhum, mengatakan kakaknya memang berpesan agar dimakamkan dekat dengan kuburan orang tuanya.
“Jadi semasa hidup almarhum berpesan, kalau saya meninggal, janganmi makamkan saya di Taman Makam Pahlawan. Bawa pulang saya ke Bone. Makamkan dekat kuburan bapak,” kata almarhum, seperti ditirukan Gunawan.
Sebelum jenazah diberangkatkan ke Bone, dilakukan prosesi pelepasan jenazah. Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah bertindak sebagai inspektur upacara (irup) pada upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah almarhum.
Sebelum upacara pelepasan jenazah dimulai, Nurdin Abdullah nampak berdiskusi dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe serta tokoh-tokoh Sulsel lainnya.
Usai berdiskusi kira-kira 25menit di depan halaman rumah duka, mereka langsung masuk ke dalam rumah duka, tepatnya pukul 09.50 Wita untuk persiapan salat jenazah.
Di kediaman almarhum, sejumlah mantan gubernur Sulsel dan wakil gubernur bertemu. Di antaranya HM Amin Syam, Syahrul Yasin Limpo, dan Agus Arifin Nu’mang. Ada pula Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, mantan Wali Kota Makassar Malik B Masri dan mantan Wakil Gubernur Sulsel periode 1996-2001 Darmadi CH. Hadir pula sejumlah tokoh politik, dan tokoh masyarakat lainnya.
Pemakaman mantan gubernur Sulsel ke-5 ini dilakukan secara militer, dan dipimpin langsung oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi.
Gubernur HM Nurdin Abdullah, mengaku almarhum HZB Palaguna pernah memberikan wejangan kepada dirinya sesaat setelah dilantik menjadi orang nomor satu di Sulsel.
Pesannya, agar Nurdin menjaga baik-baik amanah yang telah diberikan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.
“Pokoknya, menjadi orang yang diberi amanah kerja dengan benar. Begitu pesan beliau. Kerja dengan benar, jaga integritas. Menjadi pemimpin itu harus punya karisma, dan karisma tidak datang begitu saja,” ujar Prof Nurdin, sapaan akrabnya
Di mata NA, HZB Palaguna merupakan sosok negarawan yang mengayomi dan memiliki kharisma sebagai seorang pemimpin yang sangat tegas.
“Beliau adalah sosok yang sangat tegas, berwibawa dan memang punya karisma kepemimpinan. Itu yang kita kagumi. Betul-betul beliau sebagai negarawan mengayomi. Banyak anak-anak muda itu diangkat oleh beliau,” jelas Nurdin.
Diakui, selama ini ia sering berinteraksi dengan Mawang Batara Soli, putra almarhum HZB Palaguna. Karena Mawang merupakan anak bimbingannya di saat menjadi dosen di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.
“Saya kira beliau adalah panutan. Kita semua menjadi pewaris apa yang telah beliau letakkan. Kita menjadi pelanjut beliau. Memang menjadi pemimpin harus punya integritas,” tutur mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.
Ketegasan dan integritas Palaguna memang benar-benar tidak diragukan. Terlebih merupakan sosok tokoh yang lahir dari keluarga TNI.
“Yang kedua, beliau lahir dari jiwa tentara TNI yang sangat disiplin. Itu yang kita sangat kagumi beliau,” tutup guru besar Unhas Makassar ini.
Dia mengaku, ketokohan dan wibawa ZB Palaguna membuat dirinya begitu kagum, terlebih memang Palaguna adalah pemimpin yang berjiwa besar.
“Kelihatan memang beliau itu sangat berjiwa besar dan termasuk sosok yang selalu merendah. Contohnya, beliau kan harusnya masuk makam pahlawan. Tapi beliau lebih memilih pulang ke kampung halaman, berdekatan dengan makam orang tua beliau,” pungkasnya.
Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya HZB palaguna. Dia turut melayat ke rumah duka dan mendoakan almarhum.
“Kita kehilangan almarhum, karena banyak jasa-jasa kebaikan semasa hidupnya,” ujarnya.
Tokoh agama AGH Sanusi Baco ikut mendoakan almarhum dan menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga. (rhm/rus)



×


Tak Ingin di TMP, Pilih Dimakamkan Dekat Ayahnya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar