MAKASSAR, BKM — Bagi anda yang hendak mendaftar sebagai calon aparatur sipil negara (CASN) ataupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), masih perlu bersabar. Proses penerimaan yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini mulai berproses.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sendiri sudah memastikannya setelah menerima surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani kepada wartawan, Senin (14/10) menjelaskan isi surat tersebut. Yakni undangan untuk mengikuti rapat koordinasi (rakor) pembahasan CASN-PPPK di Kemenpan-RB pada Kamis (17/10) mendatang. Dirinya bakal menugaskan BKD Sulsel untuk ikut dalam rapat tersebut.
“Soal penerimaan CASN, suratnya sudah kita terima. Hari Kamis sudah saya instruksikan pejabat BKD ikuti rakor di sana,” ujar Hayat.
Mantan Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial itu mengatakan, rakor tersebut kemungkinan juga akan membahas soal kuota CASN.
“Kemungkinan dalam rakor tersebut sudah akan dibahas. Malah diserahkan kuota untuk setiap daerah,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Regional (kanreg) Wilayah IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar Harun Arsyad mengatakan, pembagian formasi tersebut bakal ditetapkan oleh Kemenpan-RB. Tidak hanya untuk Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar, tapi juga seluruh pemerintah daerah se-Indonesia.
“Belum ada (penetapan alokasi formasi CASN-PPPK). Kami baru pembagian formasi di Kemenpan tanggal 17 (Oktober) nanti,” beber Harun.
Dia mengaku, hingga saat ini pihaknya juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah. Meski demikian, jadwal penerimaan seleksi CANS-PPPK, kata dia, juga menyesuaikan dengan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih yang direncanakan 20 Oktober mendatang.
“Sampai sekarang memang belum ada perkembangan. Ini menunggu pelantikan presiden dan pengumuman kabinet, karena belum tahu bagaimana nanti kelembagaannya,” ucap Harun.
Dia melanjutkan, pekan ini rakor dengan Kemenpan-RB. Dari situ sudah bisa diketahui penerimaan pegawai tiap pemerintah. Penetapannya bisa sesuai harapan kebutuhan. “Mudah-mudahan pekan ini sudah bisa ditetapkan,” imbuhnya.
Berdasarkan surat Kemenpan-RB bernomor: B/1007/S.SM.01.00/2019 yang dikeluarkan tanggal 1 Oktober lalu, terkait pengumuman penerimaan CANS-PPPK, proses seleksi mulai dilaksanakan Oktober 2019 ini. Kemudian disusul pendaftaran pada November. Pengumuman seleksi administrasi Desember 2019.
Selanjutnya pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) digelar Februari tahun 2020. Menyusul pengumuman di bulan Maret. Tahapan pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) juga pada bulan Maret. Lalu penetapan NIP dan pengangkatan sebagai CPNS akan dilakukan April 2020 mendatang.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah mengirimkan usulan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) total sebanyak 543 kuota formasi tahun 2019 ke Kemenpan-RB. Adapun rincian formasi kebutuhan ASN 2019 khusus CASN sebanyak 241 formasi dan PPPK 302 formasi.
Dari total 241 formasi umum CASN, khusus tenaga fungsional sebanyak 151 orang dan pada tenaga teknis 90 orang. Pada formasi ini, tidak disediakan alokasi bagi tenaga pendidik. Hal tersebut baru diusulkan pada kebutuhan ASN melalui jalur PPPK.
Sementara pada PPPK tenaga fungsional sebanyak 302 formasi, dengan rincian 156 orang khusus tenaga pendidik eks tenaga honorer K2. Selebihnya penyuluh pertanian 62 orang, dan tenaga honorer lainnya yakni untuk tenaga kesehatan sebanyak 84 orang.
Pemkot Makassar juga telah mengusulkan kebutuhan ASN sebanyak 511 orang. Rinciannya, khusus tenaga pendidik kuota yang diusul sebanyak 377 orang. Terdiri dari 72 orang untuk formasi CASN dan 305 orang untuk PPPK.
Selanjutnya, sebanyak 36 tenaga kesehatan yakni 31 orang untuk formasi CASN dan 5 orang untuk formasi PPPK. Sedangkan tenaga teknis, kuota yang diusul sebanyak 98 orang. Sebanyak 69 untuk formasi CASN dan 29 untuk formasi PPPK. (rhm/rus)
Kuota Formasi CASN/P3K Ditentukan Kamis
×

