pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Damkar Dinilai Lemah di Sosialisasi

MAKASSAR, BKM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, kembali menyoroti kinerja Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar dalam melakukan pencegahan hingga pengurangan kebakaran di kota ini.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan, Fasruddin Rusli menyebut, peristiwa kebakaran memang sulit terhindar apalagi pada kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Olehnya itu, masyarakat harus aktif diberikan sosialisasi atau penyuluhan penanganan dan pencegahan kebakaran.
“Kondisi cuaca seperti ini, kebakaran rawan terjadi. Dan inilah yang rutin saya sampaikan kepada masyarakat di mana harus siaga dan waspada terhadap potensi terjadi kebakaran. Cukup di lingkungan tempat tinggal saja tak usah terlalu jauh hingga di luar. Karena kebakaran ini bukan bencana melainkan kelalaian dari manusia,” kata Acil sapaan akrabnya, Minggu (27/10).
Menurutnya, pemerintah kota melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar telah membangun empat titik posko seperti wilayah barat, timur, selatan dan di kantor Damkar di Jalan SAM Ratulangi. Namun saja, sosialisasi maupun penyuluhan penanganan masih lemah dilakukan Damkar Kota Makassar.
“Waktu dulu sering dilakukan sosialisasi terkait dengan ini. Tapi sekarang sudah tidak lagi padahal inikan sangat perlu dilakukan, diskusi bersama masyarakat memberikan pemahaman,” akunya.
Dia berharap pemerintah kota kembali aktif membuat sosialisasi kepada masyarakat terhadap potensi dari kebakaran dan bagaimana cara menanganinya.
“Paling penting harus dilakukan penyuluhan kepada masyarakat, itu harus ditingkatkan. Karena sekarang ini sudah tidak pernah lagi dilakukan apalagi mengundang kami di DPRD Kota Makassar,” tutupnya.
Sekadar diketahui, hingga saat ini telah ada sekitar 180 kasus kebakaran selama 2019 di Makassar. Sebanyak 80 persennya disebabkan oleh alang-alang.
Plt Kepala Dinas Kebakaran Kota Makassar, Taufiek Rachman, mengakui, jika kasus kebakaran pada periode Agustus-September menjadi yang terbanyak di tahun ini. Di periode ini lah puncak kasus kebakaran terjadi di 2019.
“Sebanyak 80 persen memang disebabkan oleh alang-alang. Tapi ada juga kebakaran rumah dan lain-lain. Penyebabnya ada karena arus pendek, kelalaian karena kompor dan sebagainya,” kata Taufiek.
Ia pun mengimbau supaya para masyarakat untuk selalu waspada terhadap api. Apalagi semua tempat di Makassar dikatakannya rentan untuk terbakar.
Ia menambahkan, tempat yang paling rawan adalah tempat dimana banyak alang-alangnya. Karena suhu panas yang menyerang Makassar membuat alang-alang mudah terbakar.
Apalagi beberapa hari terakhir, banyak kebakaran yang disebabkan oleh alang-alang. Bahkan disebutkan Taifiek, hampir tiap hari ada kasus kebakaran yang disebabkan oleh alang-alang. Baik yang intensitas besar maupun yang berintensitas kecil.
“Paling banyak dan hampir tiap hari ada kebakaran akibat alang-alang. Alang-alang terbakar karena suhu yang panas. Kadang memang ada yang sengaja dibakar, ada yang tidak. Jadi kalau da percikan api kecil, harus diperhatikan,” imbaunya.
Berbeda jika di wilayah padat penduduk. Dimana di wilayah tersebut, tergantung bagaimana tindakan warganya dalam menggunakan api.
“Waspada bahaya api, terutama kompor di rumah. Kalau sudah pakai kompor, jangan lupa ditutup. Ada alang-alang disamping rumah juga harus waspada. Jangan membakar sampah atau alang-alang,” tambahnya.
Semua hal ini dikatakannya tak boleh dianggap sepele. Apalagi di misim kemarau ini dimana suhu yang panas bisa membuat api lebih mudah berkobar.
Selain itu, aktifitas membakar sampah juga merupakan salah satu penyebab kebakaran. Bahkan Taufiek mengatakan, di musim kemarau ini, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak dulu membakar sampahnya.
Jadi jika warga memiliki sampah, diupayakan untuk dikumpulkan saja. Dikatakannya, lebih baik mengumpulkan dulu, dan biarkan dari dinas terkait yang mengangkut sampahnya.
“Terutama juga jangan membakar sampah. Kalau ada sampah, kumpul saja, nanti Dinas Kebersihan yang angkat. Kalau kemarau begini, kadang api pembakaran bisa cepat meluas dan akan sulit dikendalikan,” tambahnya.(arf)




×


Damkar Dinilai Lemah di Sosialisasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar