MAKASSAR, BKM–Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengaku belum memutuskan nama calon wakil bupati pada kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Luwu Utara 23 September 2020 tahun depan.
Meski demikian, sebagai petahana Indah Putri memberikan sejumlah syarat bagi orang-orang yang akan menjadi calon wakilnya di Pilbup nanti.
Istri anggota Fraksi Golkar DPR RI Muhammad Fauzi ini membeberkan sejumlah syarat, diantaranya calon wakil adalah orang yang memang hanya untuk posisi wakil. “Saya tidak mau mencari orang atau memaksa orang, tapi saya butuh orang yang bisa bekerjasama”ujar Indah Putri usai mengikuti fit and proper tes atau uji kepatutan dan kelayakan di tim 9 Golkar Sulsel jalan Botolempangan Makassar, Rabu (6/11).
Terkait masuknya nama wakil bupati Thahar Rum dan politisi Gerindra Arsyad Kasmar sebagai bakal calon bupati, Indah enggan mengomentarinya. “Saya tak ingin mengomentari calon lain, apalagi saat ini masih berproses”jelasnya.
Indah juga sudah mendaftar di sejumlah partai politik diluar Golkar. “Sebagai pembina partai politik didaerah tentu ingin ikut mengambil formulir di parpol yang membuka pendaftaran. Saya ambil formulir di PDIP, PAN, PKB, dan Hanura”jelasnya.
Usai Indah, giliran Suaib Mansyur yang ikuti uji kepatutan dan kelayakan. Hanya saja, Suaib hanya menjadi bakal calon wakil bupati Luwu Utara.
Ketika ditanya soal peluangnya untuk mendampingi Indah Putri, Suaib yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum ini mengaku jika banyak yang mengatakan seperti itu. “Saya kan birokrat yang mengenal tugas kepala daerah. Wakil bupati merupakan jabatan yang harus diisi karena punya tugas tersendiri”jelas Suaib yang tidak mendaftar di partai lain.
Tim 9 yang dipimpin HA Kadir Halid beranggotakan Andi Marzuki Wadeng, Rusni Kasman, Andi Astuty Attas, Imran Tenri Tatta, Annas GS dan Irwan Muin yang bertugas menguji.
Indah Ingin Wakil Yang Bisa Bekerjasama
Suaib: Saya Birokrat Yang Mengenal Tugas Kepala Daerah
×

