MAKASSAR, BKM — Pemerintah akhirnya membuka pendaftaran Calon Aparatur Negeri Sipil (CASN) secara serentak. Pendaftaran bisa dilakukan melalui melalui website sscasn.bkn.go.id per hari Senin (11/11) pukul 00.00 Wita.
Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi ASN Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Taufik, mengatakan rekrutmen tahun ini tak berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Khusus untuk Sulsel sendiri, masyarakat bisa memantau di web bkd.sulselprov.go.id.
“Masih sama dengan tahun lalu. Pendaftaran secara online dan bisa dipantau di web milik pemprov,” ujarnya, Minggu (10/11).
Ia mengakui bahwa pendaftaran kali ini waktunya cukup singkat. Kurang lebih hanya dua minggu, yakni 11 hingga 24 November 2019.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Asri Sahrun Said, menjelaskan pada penerimaan CASN tahun ini, Pemprov Sulsel mendapat jatah sebanyak 195 kuota. Angka tersebut di bawah usulan Pemprov Sulsel yang mengajukan 241 kuota.
Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga mengusulkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebanyak 302 kuota. Namun sayang, ternyata tahun ini pemerintah pusat belum membuka lowongan.
Formasi CPNS Pemprov Sulsel terdiri atas, tenaga kesehatan 77 kuota dan tenaga teknis 118 kuota. Jumlah ini terbuka mulai jenjang pendidikan sarjana, diploma hingga Sekolah Pertanian Menegah Atas (SPP).
Di sektor kesehatan, penerimaan terbanyak dibuka untuk tenaga perawat (D-III keperawatan) sebanyak 47 kuota. Sementara tenaga teknis, penerimaan terbesar dibuka untuk tenaga ahli pertama pengendali organisme pengganggu tumbuhan (S-1 hama dan penyakit tumbuhan/agroteknologi/agronom).
Khusus untuk lulusan SMK Pertanian atau SPP, dibuka 20 kuota untuk jabatan pemula pengendali organisme pengganggu tumbuhan.
“Khusus untuk usulan pengadaan PPPK tahun ini memang belum dibuka,” ujar Asri.
Kepala Kantor BKN Regional IV Makassar Harun Arsyad, menjelaskan seperti tahun-tahun sebelumnya, persoalan server down akan menjadi kendala. Hal itu dikarenakan banyaknya orang yang akan mengakses website pendaftaran.
“Itu karena servernya kaget lantaran bersamaan mengakses, jadinya
memang kadang error di awal-awal,” kata Harun, Minggu (10/11).
Masalah server diprediksi bakal mengalami traffic karena kunjungan web bakal tinggi. “Tapi jaringannya terkoordinasi dari pusat. Kami pun hanya mengikut,” tambahnya.
Harun menyarankan kepada para pendaftar agar tidak terlena waktu. Sebaiknya mendaftar di awal dengan terus memantau website. Artinya, jangan ikutan mendaftar di hari-hari terakhir pendaftaran, karena potensial terjebak pada kondisi server di sscasn.bkn.go.id down karena banyak yang memposting persyaratan.
Dia juga berharap masyarakat tak percaya dengan percaloan. Kata dia, itu merupakan unsur penipuan yang justru akan merugikan.
BKN sendiri sudah memastikan kesiapan server. Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengaku tak hanya server, masalah NIK juga sudah tidak akan masalah seperti tahun-tahun sebelumnya. “Server BKN siap. Dukcapil juga siap,” tuturnya, kemarin.
Ia menuturkan, di hari pertama, biasanya para pendaftar/pelamar akan melihat terlebih dulu lowongan CPNS yang tersedia melalui situs pemerintah. Peserta, kata dia, akan mengukur peluang pada masing-masing formasi yang diincar. “Hari pertama diperkirakan peserta akan ‘window shopping’ dulu, melihat lowongan dan menghitung potensi kompetisinya,” ujarnya.
Ia bilang, biasanya pendaftaran baru akan dilakukan di hari-hari terakhir. Pemerintah pun telah mengantisipasi jumlah pendaftar CASN yang bisa mencapai 4,5 juta orang, layaknya terjadi tahun lalu. “Tahun lalu 4,5 jutaan pendaftar. Antisipasinya di angka itu. Untuk mengantisipasi pendaftaran pada hari-hari terakhir, mereka sudah banyak belajar dari pengalaman tahun lalu,” kata Bima. (rhm/rus)
Jangan Tunda, Waktu Pendaftaran CASN Singkat
×

