MAKASSAR, BKM — Seorang mahasiswa bernama Ardi Mahardika (24) langsung dilarikan ke rumah sakit. Pada bagian bawah mata dan perutnya terkena anak panah besi.
Ia menjadi korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal, Minggu (17/11) pukul 03.00 Wita. Peristiwa tersebut berlangsung di sekretariat Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jalan Raya Pendidikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, mengatakan pihak kepolisian masih mendalami motif penyerangan tersebut. Informasi yang diperoleh dari keterangan seorang saksi bernama Arlan (26), bahwa sebelum kejadian itu dirinya tertidur bersama dengan rekannya yang lain, yakni Asnawir, Alam, dan Ardi. Mereka terbangun saat mendengar suara gaduh dari luar. ternyata itu bunyi lemparan.
Ketiganya lalu keluar. Setelah diperiksa, didapati bom molotov yang diduga dilemparkan oleh OTK.
“Saksi saat itu melihat satu orang OTK menggunakan penutup wajah. Katanya masuk ke sekretnya, lalu melepaskan anak panah dan mengenai korban Ardi. Tak lama kemudian, dua orang OTK datang lagi. Mereka juga menutup wajahnya sambil membawa parang, kemudian mengejar yang langsung berlari menyelamatkan diri,” jelas Kasat Reksrim, kemarin.
Selain di sekretariat PMII, penyerangan juga terjadi di asrama mahasiswa Bantaeng di Jalan Tala’ Salapang. OTK melakukan aksinya sekitar pukul 03.00 Wita.
Dari keterangan saksi bernama Yuda Jaya (29), saat kejadian dirinya sedang duduk di teras asrama bersama rekannya Wawan, Putu, dan Firman. Tidak lama kemudian datanglah dua OTK dengan mengenakan penutup wajah. Mereka langsung mengancam saksi dengan busur dan anak panahnya.
Mendapat ancaman seperti itu, Yuda bersama dua rekannya berusaha menyelamatkan diri. Akibat kejadian itu, asrama mahasiswa Bantaeng mengalami kerusakan pada jendela. Kasus ini masih dalam penyelidikan. (ish/rus)
OTK Serang Dua Tempat Mahasiswa
×

