MAKASSAR, BKM — Tahun 2020 mendatang, Pemprov Sulsel masih akan fokus pada pembangunan infrastruktur. Anggaran yang digelontorkan terbilang besar, kurang lebih Rp500 miliar. Namun anggaran tersebut akan lebih difokuskan pada pembangunan jalan untuk membuka akses ke daerah-daerah yang terisolir.
Lantas bagaimana nasib beberapa proyek infrastruktur peninggalan Gubernur Syahrul Yasin Limpo yang belum rampung? Apakah akan dilanjutkan tahun depan atau tidak? Seperti Masjid 99 Kubah di kawasan Centerpoint of Indonesia (CoI) dan GOR Barombong.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Prof Rudy Jamaluddin, mengatakan terkait bangunan tersebut, ada arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dilakukan audit terlebih dahulu sebelum dilanjutkan.
“Stadion Barombong dan Masjid 99 Kubah harus diaudit konstruksi dulu. Ini jadi penting, karena bagi KPK jangan sampai nanti bersoal,” ungkap Prof Rudy, kemarin.
Dia melanjutkan, audit konstruksi harus dilakukan untuk mengetahui apakah yang sudah dibangun memenuhi standar dan kelaikan fungsi.
Karena persoalan tersebut, Pemprov Sulsel pun tidak mengalokasikan anggaran melanjutkan pembangunan pada APBD pokok 2020 mendatang.
Namun Prof Rudi menekankan, tidak tertutup kemungkinan jika dua proyek itu sudah rampung auditnya, pemprov bisa menganggarkan kelanjutan pembangunannya. Alokasi anggarannya dimasukkan di APBD-Perubahan 2020.
“Di APBD pokok tahun 2020 belum kita alokasikan. Kita biarkan dituntaskan dulu auditnya. Dan kalau sudah selesai, akan dilanjutkan 2021. Tapi tidak tertutup kemungkinan dilanjutkan di APBD Perubahan,” ungkapnya.
Berbeda dengan dua proyek tersebut, Pemprov Sulsel tahun depan menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk menata Stadion Mattoanging menjadi sport centre. Usulan anggarannya sudah masuk dalam RKA Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel. Begitu juga dengan GOR Sudiang yang akan ditata.
Gubernur HM Nurdin Abdullah mengatakan, selain akan dijadikam kawasan olahraga terpusat, GOR Sudiang juga akan menjadi pilot project pengembangan melon, rambutan, dan pertanian lainnya.
“Jadi orang sambil jogging bisa menikmati tanaman yang dirawat di sana. Bukan hanya tanaman jangka panjang, tapi ada tanaman jangka pendek,” jelas Nurdin Abdullah.
Nurdin mengaku, pihaknya mengusulkan anggaran untuk penataan GOR Sudiang di APBD 2020. “Tahun depan baru kita usulkan. Jadi kita tunggu final perencanaannya. Kalau final perencanaan sudah selesai baru kita siapkan semua,” tambahnya.
Jika beberapa proyek yang dibiayai APBD ada yang terpending tahun depan, tidak demikian dengan proyek strategis nasional yang saat ini dipacu pembangunannya. Seperti proyek kereta api dan Makassar New Port (MNP). Karena bersifat multiyears, kelanjutannya dijamin.
Proyek kereta api misalnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja ke Makassar belum lama ini, mengatakan pihaknya akan mengucurkan anggaran Rp1 hingga Rp2 triliun untuk melanjutkan proyek kereta api tersebut.
“Saya akan mengklarifikasi rencana-rencana yang akan dilakukan tahun depan. Kalau memang sudah dipastikan (pembebasan lahannya), paling tidak ada Rp2 triliun. Tapi kalau tidak bisa juga Rp1 triliun,” tandasnya.
Targetnya, pertengahan tahun depan, kereta api dengan rute atau track Tonasa ke Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru sepanjang 60 km sudah bisa difungsikan.
“Kita berharap sudah bisa difungsikan tahun depan untuk mengangkut semen dari Tonasa ke Garongkong. Dan sebaliknya, dari Garongkong ke Tonasa mengangkut batubara,” ungkapnya.
Setelah rampung rute Tonasa-Pelabuhan, pekerjaan akan dilanjutkan ke arah Parepare yang diharapkan bisa rampung pada 2021 mendatang.
“Kami berharap, rel kereta api yang sudah terpasang di Sulsel sepanjang seratus sekian kilometer dalam waktu paling lambat 2020 mendatang. Kita juga program bisa ke pelabuhan utama, yakni Makassar New Port di Makassar,” jelasnya.
Sementara untuk Proyek Strategis Nasional (PSN), MNP tahap I Paket A senilai Rp 2,51 triliun telah bisa digunakan.
Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Farid Padang, mengatakan pembangunan MNP terbagi dalam tiga tahap. Untuk tahap I, proses pembangunannya dibagi lagi per paket, yaitu Paket A, B, C, dan D. MNP tahap 1 paket A saja senilai Rp2,51 triliun.
Dia menyebutkan, dengan total lahan seluas 1.428 hektare untuk pembangunan MNP tahap I, II dan III, pihaknya menargetkan proyek yang 100 persen merupakan karya anak bangsa ini bakal menelan total investasi sebesar Rp89,57 triliun.
Setelah tahap 1A, pembangunan akan dilanjutkan untuk paket IB yang menghabiskan anggaran total sebesar Rp1,66 triliun (2018-2020). Paket IC dengan besaran biaya Rp2,69 triliun (2020-2022), dan paket I D dengan total investasi sebesar Rp6,14 triliun yang dibangun sejak 2015 hingga 2022 nanti.
Sementara untuk pembangunan MNP tahap II, lanjut Farid, pembangunannya bakal dimulai pada 2022 hingga 2025. PT Pelindo IV Makassar pun menargetkan investasi yang bakal diserap sebesar Rp10,01 triliun.
Untuk pembangunan MNP tahap III atau tahap terakhir akan dibangun juga pada 2022 hingga 2025, dengan besaran investasi senilai Rp 66,56 triliun. Jadi pada tahun 2025 nanti, MNP akan memiliki dermaga total sepanjang 9.923 meter dengan total kapasitas terpasang nanti sebesar 17,5 juta TEUs per tahun. (rhm/rus)
Masjid 99 Kubah dan Stadion Barombong tak Dianggarkan
2020, GOR Sudiang Pilot Project Pengembangan Tanaman Pertanian
×

