pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Angin Kencang Ancam Enam Kabupaten

MAKASSAR, BKM — Musim pancaroba kini tengah berlangsung. Masyarakat hendaknya waspada terhadap terjangan angin kencang disertai hujan lebat.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut, ada enam kabupaten di Sulsel yang rawan dengan bencana alam tersebut. Yakni Maros, Gowa, Pangkep, Barru, Soppeng, dan Pinrang.
”Saat ini menjelang pergantian musim. Ada enam kabupaten di Sulsel yang rawan dengan angin kencang,” ujar Rizky Yudha, Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, kemarin.
Ia menjelaskan, angin kencang dan hujan lebat yang melanda enam wilayah tersebut diakibatkan oleh faktor awan cumulonimbus yang melanda sebagian besar wilayah di Sulsel.
”Bukan hanya ancaman angin kencang saja. Tapi juga hujan lebat dengan durasi singkat melanda wilayah di Sulsel. Terutama untuk di enam wilayah tersebut,” terangnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Selatan.

29 Rumah Rusak

Hujan disertai angin puting beliung mengakibat 29 rumah  di dua kecamatan Kabupaten Soppeng mengalami kerusakan parah. Sebagian di antaranya bahkan rata dengan tanah.
Tercatat sebanyak 23 rumah di Dusun Alengkeang, Desa Labokong, Kecamatan Donri-donri rusak akibat diterjang angin kencang. Sementara di Kelurahan Salokeraja, Kecamatan Lalabata ada lima rumah rusak, serta satu rumah lainnya rata dengan tanah.
Peristiwa yang terjadi Senin (25/11) pukul 15.30 Wita ini cukup mengagetkan warga setempat. Uminarwati, salah seorang warga yang rumahnya rata dengan tanah, mengatakan saat itu dirinya tengah menunaikan salat ashar. Tiba-tiba hujan disertai angin kencang menghantam rumahnya.
”Hanya dalam beberapa detik rumah kami sudah rata dengan tanah. Tangan suami saya luka akibat tertimpa reruntuhan rumah,” ujar Uminarwati, kemarin.
Bersama korban lainnya, ia berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng dapat mengucurkan bantuan bagi mereka.
Kepala Desa Labokong Andi Mattalatta, mengatakan saat ini pihaknya tengah mendata rumah yang rusak dan kerugian korban akibat bencana angin puting beliung. Selanjutnya akan diberikan bantuan berupa makanan, terpal, serta obat-obatan
Sahrani, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Kabupaten Soppeng yang dihubungi, Selasa (26/11), mengaku belum bisa menaksir berapa kerugian akibat kejadian tersebut. ”Kami masih melakukan pendataan. Untuk saat ini belum ada laporan detail dari Desa Labokong,” ujarnya.

Terjang Lima Kecamatan

Angin puting beliung juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sidrap, Senin (25/11) pukul 16.30 Wita. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap, terdapat lima kecamatan yang diterjang angin kencang.
Kepala BPBD Sidrap Siara Barang, mengatakan pihaknya tengah melakukan proses pendataan korban, sekaligus kebutuhan mendesak. Data sementara, terdapat 17 rumah rusak sedang dan rusak ringan. Ada juga enam rumah kandang ternak ayam petelur. Sehingga total bangunan rumah warga dan kandang ayam yang mengalami kerusakan mencapai 23 unit.
Rinciannya, lima rumah di Desa Bila dan satu rumah di Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue. Kemudian enam rumah rusak di Desa Teteaji, dan satu di Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe.
Selanjutnya, ada satu rumah di Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase. Dua rumah di Allakuang, Kecamatan Maritenggae, satu di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang.
Pascakejadian di lokasi Teteaji, terlihat puluhan warga membantu korban membersihkan puing-puing atap rumah warga yang diterbangkan angin.
Lallu, salah seorang warga Teteaji, mengaku melihat jelas angin puting beliung dari arah timur perkampungan Desa Teteaji, Senin sore (25/11).
“Anginnya berputar kencang di area persawahan Teteaji. Tak lama kemudian masuk di pemukiman warga dan menerbangkan atap sejumlah rumah,” ujarnya.
Sehari setelah terjadi bencana, Selasa (26/11), BPBD Sidrap mulai menyalurkan bantuan kedaruratan kepada para korban di lima kecamatan. Di antaranya tenda yang diserahkan kepada 19 warga yang terdampak bencana. Mereka tersebar di Kecamatan Tellu Limpoe, Maritengngae, Dua Pitue, dan Pitu Riase.
“Untuk sementara ini kami berikan bantuan kedaruratan terlebih dahulu, seperti tenda untuk menutupi atap rumah warga yang rusak akibat puting beliung,” kata Siara Barang.
Sedangkan untuk biaya perbaikan rumah, kata dia, akan disalurkan tiga hari ke depan. Karena pihaknya masih melakukan pendataan jumlah kerugian akibat bencana alam ini. (mat-ono-ady/rus)




×


Angin Kencang Ancam Enam Kabupaten

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar