pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

6.294 Pendaftar di Pemprov, 18.030 di Pemkot

Formasi Penyandang Disabilitas tak Terisi

MAKASSAR, BKM — Proses pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) resmi ditutup, Rabu sore (27/11). Penutupun dilakukan secara otomatis melalui sistem SSCN BKN. Pemprov dan Pemkot Makassar, serta daerah lain di Sulsel juga telah mengakhirinya.
Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi ASN Pemprov Sulsel Taufiq Akbar, menyebut jumlah pelamar pada formasi yang disiapkan Pemprov Sulsel hingga pendaftaran ditutup mencapai angka 6.294 pelamar.
“Angka itu sudah fiks yang masukkan formulir. Artinya, datanya sudah oke. Statusnya sudah submit,” ujar Taufik, kemarin.
Menurut dia, dari formasi yang dibuka Pemprov Sulsel untuk para pelamar, ada satu formasi yang tetap kosong hingga pendaftaran ditutup. Yakni kuota khusus disabilitas.
“Ada satu tidak terisi sampai sekarang. Itu formasi khusus disabilitas. Sampai tutup pendaftarnya tidak ada sama sekali,” ungkap dia.
Diketahui, Pemprov Sulsel menerima kuota 195 formasi dalam penerimaan CPNS tahun ini. Formasi ini terdiri atas formasi khusus cumlaude dengan alokasi empat formasi, sedangkan khusus disabilitas sebanyak 4 formasi pula. Sementara formasi umum, ada 187 formasi yang terdiri dari tenaga kesehatan 74 formasi, tenaga teknis 113 formasi.
Pada formasi khusus disabilitas, Pemprov Sulsel membuka lowongan untuk pengisian jabatan, yakni pengawas mutu pakan dan produksi bibit ternak besar dengan kualifikasi pendidikan S1 Peternakan. Lalu, jabatan perekam medis terampil kualifikasi D3 Rekam Medis.
Selanjutnya, penata laboratorium kesehatan terampil untuk lulusan DIII Analisis Kesehatan, dan jabatan teknisi elektormedis terampil untuk kualifikasi pendidikan DIII Teknik Elektromedik. Untuk tiap jabatan tersebut alokasi formasinya masing-masing hanya satu orang.
Kekosongan pelamar pada formasi khusus disabilitas dinilai karena tak sesuai kebutuhan. Pasalnya, formasi sudah disediakan, namun tak satupun yang melamar.
“Mungkin artinya bisa saja ada yang punya pendidikan elektromedis tapi bukan disabilitas. Artinya fisiknya tidak cacat. Karena ini kan formasi kita sediakan khusus disabilitas yang punya pendidikan teknisi elektromedis,” urai Taufik.
Tidak hanya itu, formasi umum tenaga kesehatan untuk mengisi jabatan sebagai dokter spesialis anak ahli pratama, juga sepi peminat. Dari dua alokasi formasi yang disiapkan pada formasi itu, pelamarnya hanya satu orang. “Dokter spesialis anak itu baru satu saja,” tandasnya.
Sementara pelamar pada formasi tenaga kesehatan, khususnya perawat, justru yang paling diminati. Pemprov Sulsel mengalokasikan 49 formasi untuk posisi perawat terampil dengan kualifikasi pendidikan D-III Keperawatan. “Perawat terbanyak. Ada sekitar 2.000 pelamar,” tegasnya.
Selain perawat, formasi umum tenaga teknis untuk formasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga memiliki pelamar yang cukup besar. Khususnya pada kualifikasi pendidikan SMA/sderajat. Dari kuota 10 formasi yang disediakan pemprov, pelamarnya mencapai 900 orang lebih.

Didominasi Guru

Di Kota Makassar, hingga proses pendaftaran ditutup, tercatat ada 18.030 orang yang melamar. Dari jumlah itu, yang sudah submit sebanyak 17.991. Rinciannya, 7.120 untuk formasi guru, 2.905 tenaga kesehatan, dan 7.966 tenaga teknis. Dari jumlah itu, ada lima orang pendaftar dari kalangan disabilitas, serta 34 cumlaude.
Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Abdul Kadir Masri, mengatakan dari total lamaran yang masuk, didominasi untuk formasi guru agama dan guru PGSD. Sementara formasi dengan peminat paling rendah, yakni statistisi dan penyandang disabilitas.
Khusus penyandang disabilitas, dari total 10 posisi yang tersedia hanya ada empat lamaran yang masuk hingga berita ini ditulis. Sementara untuk jalur cumlaude, sudah ada 29 orang yang mendaftar dari empat formasi yang disediakan.
Tahapan selanjutnya setelah batas waktu pendaftaran, diberikan waktu selama dua minggu untuk dilakukan verifikasi berkas para calon. Verifikasi ini memungkinkan untuk menggugurkan pelamar yang tidak memenuhi syarat.
“Kalau tidak memenuhi syarat, ya kita gugurkan. Penggugurannya sendiri tergantung persyaratan yang ditetapkan,” kata Kadir.
Kadir juga menegaskan tidak akan ada lagi perpanjangan waktu. Karena untuk di Makassar sendiri, pendaftar dikatakannya sudah cukup banyak.
Sebelumnya, masa pendaftaran CPNS untuk seluruh formasi di Pemkot Makassar ditutup per tanggal 24 November 2019. Namun diperpanjang oleh pemerintah pusat lantaran masih ada beberapa formasi yang minim peminat.
Kepala Kantor Regional (Kanreg) IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar Harun Arsyad mengatakan, pihaknya hingga saat ini terus mempersiapkan tahapan seleksi CAT yang rencananya akan digelar Februari 2020 mendatang.
Sebelum menentukan lokasi, persiapan perangkat komputer, jadwal ujiam dan sebagainya, kata Harun, pihaknya harus terlebih dahulu mendata jumlah pelamar di masing-masing instansi vertikal, pemprov, hingga pemerintah kabupaten/kota.
“Setelah itu, baru akan kami susun jadwal ujiannya. Kami akan survei titik-titik lokasi,” ungkap Harun, kemarin.
Dia menambahkan, pihaknya hanya diberi waktu 21 hari untuk merampungkan tes CAT di seluruh instansi dan pemerintah daerah yang membuka seleksi. (rhm-nug/rus)




×


6.294 Pendaftar di Pemprov, 18.030 di Pemkot

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar