pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Terkendala Manajemen Usaha, IKM Sulit Pasarkan Produk

GOWA, BKM — Di Kabupaten Gowa terdapat kurang lebih 800 IKM (Industri Kecil Menengah) dan sebanyak 2.000-an UKM (Usaha Kecil Menengah) dan didominasi kelompok usaha perempuan. Banyaknya IKM dan UKM ini cukup memperlihatkan bahwa Kabupaten Gowa sangat potensi dalam peningkatan ekonomi rakyat kecil.
Hanya saja, ada kendala besar yang membuat usaha yang digeluti IKM dan UKM ini adalah tidak adanya manajemen usaha. Akibatnya produksi mentok tanpa pemasaran yang baik.
Bertolak dari kondisi inilah, Pemkab Gowa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gowa, menggelar pembinaan kelompok usaha perempuan. Kegiatan pembinaan menghadirkan tiga pemateri, yakni Kadis Perdastri Gowa, Andi Sura Suaib, Kadis Koperasi Gowa, Muh Yusuf serta seorang IKM yang sudah sukses melakukan usaha dan bertindak sebagai fasilitator ini berlangsung di Hotel Grand Imawan Makassar, Rabu (27/11).
Kadis PPPA Gowa, Khawaidah Alham, disela membuka kegiatan itu mengatakan saat ini yang menjadi kendala bagi para pelaku usaha adalah kurang paham terhadap managemen pemasaran dan administrasi.
”Di Gowa itu pelaku usaha terutama usaha-usaha rumahan sangat banyak sekali berkembang. Tapi dari segi manajemennya, baik itu pemasaran, administrasi, maupun kemasan, belum seindah yang diharapkan. Karena itu, kami fasilitasi dengan kegiatan ini, agar para IKM dan UKM dapat terbuka pemikiran yang baik untuk menata usahanya. Sehingga memiliki daya saing dengan usaha lainnya. Produk IKM kita di sini sangat bagus. Rasanya tidak kalah dengan produk daerah lain. Cuma kekurangannya, tidak punya daya tarik dalam pemasarannya (kemasan),” kata Khawaidah.
Sementara itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perdastri) Gowa, Andi Sura Suaib, saat menyampaikan materinya tentang pemasaran mengajak para pelaku usaha untuk ubah mindset berpikir.
Andi Sura mengatakan, di Gowa ratusan IKM bergerak di industri pangan. Tersebar hingga ke desa-desa, seperti pembuat kue tradisional di Sero, Kecamatan Somba Opu dan usaha bersama Kanrejawa di Kecamatan Bontolempangan.
Dikatakan, Pemerintah Gowa telah melakukan kerjasama dengan sejumlah perusahaan, seperti Giant untuk bantu pemasaran produk para IKM. Sayangnya, Giant yang berlokasi Jalan Tun Abd Razak kawadan Hertasning Baru, lagi kolaps. Sehingga tenan-tenan UKM para IKM Gowa juga tutup.
Andi Sura juga mengingatkan, era teknologi saat ini marak belanja online. Meski hanya di tempat tidur, konsumen bisa berbelanja dengan baik. Yang jadi masalah, kata Andi Sura, karena banyak pelaku usaha di Gowa yang menetap di pelosokdesa sehingga untuk terjangkau internet agak sulit. Karenanya pelaku usaha di desa ini terhambat untuk menjajakan usahanya.
”Inilah tantangan besar bagi para pelaku usaha kita. Makanya, para pelaku usaha di Gowa makin diasah akar pemikirannya terbuka agar lebih kreatif lagi memasarkan produknya,” tambah Andi Sura. (sar/mir)




×


Terkendala Manajemen Usaha, IKM Sulit Pasarkan Produk

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar