MAKASSAR, BKM — Kondisi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, Kecamatan Biringkanaya begitu memiriskan. Sejak diresmikan beberapa tahun lalu hingga saat ini, aktivitas nelayan di tempat ini sangat sepi. Kalau pun ada kapal nelayan yang sandar, itu sekadar untuk mengantre solar, es, dan izin melaut.
Salah seorang nelayan bernama Jamal (52), mengatakan dirinya hanya sesekali datang ke Pelabuhan Untia. Sebab untuk membongkar ikan hasil tangkapan dari laut, dirinya melakukannya di Pelabuhan Paotere. PPN Untia tak menjadi pilihan, karena dirinya tahu tak akan ada pengunjung yang datang. Sebab lokasi ini sangat jauh dari poros jalan.
“Tidak ada nelayan bongkar hasil tangkapnnya di sini. Semuanya di Paotere. Yang parkir di sini cuma mau antre isi solar. Kalaupun ada yang membongkar (di PPN Untia), itu ikan tuna hasil tangkapan kapal besar saja. Dilakukan setiap pagi,” ujar Jamal yang ditemui di Pelabuhan Untia, Selasa (3/12).
Hal senada disampaikan Jamaluddin (33), nelayan asal Takalar yang menyandarkan kapalnya di Pelabuhan Untia. Ia mengaku tak berani membongkar ikan di Pelabuhan Untia karena takut rugi. Sebab di lokasi ini sepi pengunjung. Ia bersama teman-temannya hanya sandar untuk mengisi solar dan mendapatkan izin melaut. Itu pun datangnya setiap dua minggu sekali.
“Kita ini hanya mengantre saja. Solar lagi langka dan harga ikan turun. Kalau di siniki bongkar ikan, takutki rugi karena tidak ada pembeli. Antre di Paotere juga panjang. Masuk ini nelayan ada 10 kapal untuk antre solar saja,” jelasnya.
Dirinya berharap ada perubahan terjadi di Pelabuhan Untia, sama dengan di Pelabuhan Paotere jika nelayan ingin membongkar ikan. “Susah juga, karena pembeli jauh masuk ke sini. Tapi kalau sudah ramai, kita juga pasti mau bongkar disini. Tapi kalau begini, tidak berani. Modal kita besar,” cetusnya.
Petugas PPN Untia Ahmad, mengklaim aktivias di pelabuhan ini perlahan mulai ramai, seperti di pagi hari dan sore hari. “Sudah mulai ramai. Pagi-pagi sudah banyak masuk ikan dari nelayan. Setelah itu mereka pergi lagi. Nanti sore baru masuk lagi,” ucapnya.
Meski begitu, dirinya tidak memungkiri jika aktivitas bongkar ikan di PPN Untia tidak seramai dengan di Paotere. Hal itu karena kendala akses menuju pelabuhan.
Dimintai tanggapannya secara terpisah, anggota DPRD Sulsel dari Partai Demokrat Andi Januar Jaury Dharwis, berharap agar semua pihak mengkondisikan pasar di PPN Untia. “Artinya, hasil tangkapan nelayan yang dibongkar di sana sudah dinanti oleh pembeli dan dengan harga yang bersaing. Dengan begitu, nisaya semua akan ke sana,” ujar Andi Januar, kemarin. (ita-rif/rus)
Sepinya PPN Untia, Biringkanaya
Nelayan Hanya Sandar Isi Solar
×

