PAKAR hukum dan kriminologi dari Universitas Hasanuddin Prof Muhadar, mengapresiasi kerja-kerja aparat penegak hukum di pengujung tahun ini. Dia menduga, narkoba tersebut disuplai untuk kebutuhan di malam tahun baru.
“Distribusi narkoba tersebut kemungkinan besar memang dipersiapkan untuk perayaan malam tahun baru. Mungkin tradisi bagi pemakai, tidak afdol kalau tidak mengonsumsi narkoba saat pergantian tahun,” jelas Muhadar ketika dihubungi, Senin (9/12).
Kata dia, jika barang haram tersebut sempat lolos dan diedarkan, berapa besar dampak yang akan ditimbulkannya. Khususnya bagi masyarakat yang mengonsumsi, terutama kalangan generasi muda.
Dia menegaskan, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang termasuk dalam kategori kejahatan serius. “Karenanya, kita harus memberi apresiasi bagi aparat yang menemukan dan menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Barang haram itu, tambahnya, bisa membunuh generasi muda dan melemahkan bangsa. Dia memberi contoh yang terjadi di Cina dahulu. Untuk menaklukkan negara tersebut, orang Eropa menyerang dengan menghancurkan generasi muda melalui narkoba.
“Kalau generasi muda kita sudah menjadi generasi sabu-sabu, mudah sekali diselesaikan. Pengalaman di Cina dahulu. Negara itu bisa dilemahkan dengan menyuplai narkoba untuk generasi muda. Jangan sampai mengulangi apa yang terjadi di sana,” tambahnya.
Diapun berharap ada inisiatif dari masyarakat ikut berperan aktif dalam melakukan pengawasan untuk pemberantasan narkoba. Sebab, baik BNN maupun aparat keamanan tidak bisa bekerja sendiri dalam hal ini. Butuh partisipasi dari warga. Jika memang ada ditemukan aktifitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal masing-masing, agar dilaporkan ke pihak berwajib.
“BNN maupun aparat keamanan tidak bisa bekerja sendiri dalam hal ini. Butuh partisipasi masyarakat. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” tambahnya.
Prof Muhadar pun berharap, pengawasan ke depan semakin massif dilakukan, khususnya menjelang malam pergantian tahun ini. Selain itu, dengan diamankannya seribuan pil ekstasi dan 5 kg sabu, bisa menjadi pintu masuk BNN dan aparat penegak hukum dalam menelusuri peredaran narkoba selama ini. (rhm/rus)
Jangan Ulang Kejadian di Cina
×

