pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

YOSS: Bangun KOR Baru Bukan di Tengah Kota

MAKASSAR, BKM — Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) menyesalkan sikap Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah yang dinilai tidak menghargai proses hukum yang sedang bergulir di pengadilan.
Ketua Dewan Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta, menegaskan bahwa sikap ngotot gubernur yang memaksakan renovasi justru hanya akan menimbulkan antipati dari masyarakat. Sementara di Sulsel tidak ada hal yang mendesak untuk dibangun stadion baru dengan spesifikasi empat lantai.
”Saya bingung dengan gubernur ini. Kalau dari berita yang dilansir, ini bukan lagi renovasi/rehabilitasi, tapi membangun baru. Sementara soal status lahan masih berproses hukum,” tegas Ilhamsyah, Sabtu (14/12).
Lagi pula, tegas Ilhamsyah, kalau mau mengubah total bukanlah pekerjaan sederhana. Butuh waktu, kajian dan ketersediaan dana. Apakah nanti akan digunakan model pekerjaan multy years. ”Pertanyaanya, apakah dia (Nurdin Abdullah) yakin akan terpilih pada di pilgub yang akan datang? Kalau tidak, maka hanya akan menjadi bangunan tua yang telantar seperti Stadion Barombong dan Masjid 99 Kuba. Apakah gubernur Sulsel mendatang mau melanjutkan pekerjaan ini? Sebagaimana nasib Stadion Barombong yang dirintis dan dibangun oleh SYL yang sekarang ini disetop pembangunannya oleh gubernur hanya karena faktor gengsi semata. Seharusnya, lanjut Ilhamsyah, selesaikan dahulu Stadion Barombong baru memikirkan untuk merenovasi Stadion Mattoanging Andi Mattalatta,” cetusnya
Konsekwensi kalau ingin membangun kawasan olah raga (KOR) baru yang lengkap, maka butuh lahan yang luas. Tempatnya bukan di tengah kota. Jika dipaksakan justru menimbulkan kebisingan dan menjadi sumber kemacetan berkepanjangan, yang ujungnya hanya akan mengganggu keamananan dan ketertiban masyarakat.
”Ini jadi lucu, kok seorang gubenur tidak memikirkan hal semacam ini,” tegasnya.
Yang jelas sekarang, lanjut Ilhamsyah, kawasan Sudiang sudah tersedia dengan lahan yang luas. Hanya butuh perencanaan untuk dikembangkan lebih lanjut. Membangun stadion mini di belakang GOR Sudiang , lalu membentuk badan pengelola yang profesional, justru ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat olahraga Sulawesi Selatan.
”Dulu, alasan pindah ke Barombong karena katanya terganggu sebab berdekatan dengan Bandara Hasanuddin. Saya pikir pendapat itu perlu ditinjau dan dikaji ulang. Sayang sekali karena program KOR Sudiang itu digarap oleh tiga gubernur (25 tahun), dan sekarang terbengkalai,” terangnya.
Selain itu, lanjutnya, memaksakan membangun stadion empat lantai target selanjutnya apa? Tuan rumah PON untuk dua kali penyelenggaraan setelah PON Papua, Sulsel tidak masuk daftar lagi karena sudah diisi daerah lain. Even-even nasional dan internasional lebih banyak digelar di Bali, Surabaya, dan Sumatera.
Hal itu terjadi karena daerah-daerah tersebut sudah sejak lama menjadi kawasan industri olahraga. Sementara di Makassar, yang menggunakan stadion hanya PSM. Itupun juga biaya sewa sering mandek karena keterbatasan anggaran.
”Untuk membangun kawasan olahraga baru yang wah, yang mau menggunakan siapa? Mau ambil darimana biaya pemeliharaannya? Jika pun bisa dan difungsikan, maka biaya sewa sudah pasti melambung tinggi karena disesuaikan dengan anggaran pembangunannya agar modalnya bisa cepat kembali,” bebernya.
Untuk biaya pemeliharaan hanya berharap dari APBD semata, justru hanya membebani daerah, sementara pemasukannya tidak sesuai dengan biaya pemeliharaan yang dikeluarkan.
Untuk pengelolaanya, siapa yang akan mengelola dengan harga dan biaya sewa yang selangit. ”Karena sangat tidak masuk dalam logika bisnis sebuah kawasan yang dibangun dengan anggaran ratusan miliar, lalu biaya sewanya rendah. Pasti biaya sewanya juga tinggi. Dan kalau tinggi, siapa yang mau menyewa,” jelasnya lagi.
Sekelas PSM saja, lanjut dia, jika biaya sewa di atas Rp 10 juta sekali pakai pasti menyerah. Kalau PSM juga tidak sanggup lalu siapa lagi yang akan memfungsikan stadion wah itu? Otomatis pemasukan tidak ada, sementara pemeliharaan dan honor pengelola jalan terus. (ila)




×


YOSS: Bangun KOR Baru Bukan di Tengah Kota

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar