pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA: Stadion Mattoanging Lebih Dulu, Baru Barombong

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah merekomendasikan audit fisik terhadap Stadion Barombong. Prosesnya dimulai di awal-awal pemerintahannya.
Audit tersebut dilakukan untuk memastikan posisi dan kondisi stadion tersebut saat pergantian kepemimpinan. Selain itu, untuk mengetahui apa-apa saja yang masih bersoal dalam pembangunannya.
Audit fisik dilakukan tim dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Berlangsung selama tiga bulan terakhir. Pada Senin (23/12), Inspektorat Sulsel membagikan hasil audit tersebut kepada wartawan.
Kepala Inspektorat Sulsel Salim AR, mengatakan hasil audit stadion Barombong telah keluar sejak Jumat lalu. Hanya saja, baru ia laporkan ke gubernur. Ia mengakui bahwa selama proses audit fisik, tim tidak menemukan kendala.
“Prosesnya sudah kita selesaikan semua. Kami juga apresiasi ke pihak Unhas karena telah memberikan pendampingan yang sangat profesional dalam proses audit ini,” katanya.
Ada delapan catatan yang menjadi hasil temuan tim audit konstruksi terhadap Stadion Barombong. Di antaranya, secara umum, bangunan Stadion Barombong aman untuk digunakan, namun perlu dilakukan penguatan beberapa titik. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan masalayan (waktu pemakaian) struktur lebih panjang.
Selanjutnya, penguatan dilakukan pada bagian yang lemah di tribun timur dan barat. Peningkatan kekakuan pada kolom lantai satu tribun utara dan selatan, dengan memperbesar dimensi kolom. Penguatan dengan glass, fiber, reinforset polimer (GFRP). Terdapat beberapa titik kelemahan instruktur bangunan pada tribun selatan dan tribun barat.
Tim audit juga menyarankan penguatan berupa penambahan kekakuan, penguatan geser, baik pada tribun timur maupun pada tribun barat.
Namun, secara keseluruhan penguatan yang paling dibutuhkan yaitu penguatan geser, mengingat adanya perubahan regulasi dan peta gempa secara nasional.
Menurut Salim, dari hasil audit tersebut, ada dua yang menjadi catatan penting Inspektorat, yakni stadion yang dibangun di bagian selatan Kota Makassar ini rupanya tidak memenuhi unsur konstruksi yang ideal. Ditemukan ada dua titik tribun stadion yang dianggap lemah atau tidak kuat.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah secara terpisah mengatakan Stadion Barombong itu tidak hanya sekadar konstruksinya saja, tapi ada masalah lainnya. Di mana, masih ada lahan di stadion tersebut masih dikuasai oleh pihak ketiga (developer).
“Tadi sudah terjawab, bahwa hasil audit fisik tribun timur dan tribun barat lemah, juga lahan belum diserahkan. Mereka (developer) mau serahkan tapi itu fasum, kan nggak bisa. Nah ini juga menjadi perdebatan kita,” ujar Nurdin.
Terkait dengan itu, Nurdin menegaskan tak ingin melakukan perbandingan antara Barombong dengan Mattoanging. Namun, kata Nurdin, pihaknya untuk sementara ini meyakini bahwa fasilitas olahraga yang bisa dinikmati dalam waktu yang singkat itu memang ada di Stadion Mattoanging.
“Sekarang kita harus hitung mana lebih cepat yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Yang paling cepat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu Mattoanging,” kata mantan bupati Bantaeng ini.
Menurut dia, alasan Mattoanging menjadi prioritas dan mudah dalam proses pembangunannya, karena posisinya dan tak ada masalah lahan.
Selain itu, akses menuju Stadion Mattoanging itu lebih memudahkan masyarakat.
Agar bisa selesai semuanya, NA mengaku akan melakukan proses secara bertahap. Ia terlebih dahulu akan menyelesaikan Stadion Mattoanging, setelah itu barulah melanjutkan Stadion Barombong. (rhm/rus)



×


NA: Stadion Mattoanging Lebih Dulu, Baru Barombong

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar