MAKASSAR, BKM–Hanya berselang enam bulan usai dilantik sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baligbanda) Sulsel, Agustus 2019 lalu, Irman Yasin Limpo “diparkir” sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Sub Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel.
Hal ini diketahui setelah Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah melalui Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, melantik sejumlah pejabat eselon II dan III Pemprov Sulsel di Baruga Pattingalloang, Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Rangka, Rabu siang,(8/1).
Selain Irman yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel itu, kemanakan Irman yang juga kemanakan dari Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Devy Khaddafi dimutasi sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa.
Devy Khaddafi sebelumnya menjabat Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel, namun OPD yang dipimpinnya dilebur ke Dinas Komunikasi dan Informasi Sulsel.
Pejabat lainnya yang dimutasi, Syamsibar sebelumnya Kepala BPBD Sulsel dilantik Kadis Perhubungan Susel, Nikmal Lahamang sebelumnya Staf Ahli Bidang Ekonomi ke Kepala BPBD Sulsel, Andi Darmawan Bintang sebelumnya Kadis SDA Sulsel di promosi ke Kadis Tenaga kerja.
Agustinus Appang sebelumnya Kadis Tenga Kerja, dipromosikan ke Kadis Dinas Sosial, Hasdullah sebelumnya Kadis Kominfo dipromosikan ke Kadis Lingkungan Hidup.
Sementara, Prof Rudi Djamaludding yang sebelumnya hanya pelaksana tugas kini didefenitifkan menjabat Kadis PU dan Tata Ruang. Nurlina sebelumnya Kepala Biro Aset Pemprov Sulsel dilantik Kepala Biro Administrasi Pimpinan.
Adapun empat pejabat yang tetap pada posisinya yakni
Hasan Basri sebagai Kepala Biro Pemerintahan, Suherman dilantik Biro Kesejahteraan Rakyat (tetap, Reza sebagai Kepala Biro Hukum dan Since dilantik Kepala Biro Perekonomian.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi selatan, Abd Hayat Gani usai melantik pejabat struktural mengatakan,
pelantikan kali ini baginya biasa saja. Mutasi pejabat adalah hal lumrah yang dilakukan oleh pemerintahan.
“Ini suatu proses yang biasa saja dalam mutasi, sama seperti di seluruh Indonesia. Tidak ada yang luar biasa, ini bisa jadi penyegaran. Tidak mungkin di jabatan itu terus,” ungkap Hayat.
Setelah pelantikan, tambah Hayat, akan melakukan lelang jabatan pekan depan. Lelang ini untuk mengisi jabatan di OPD yang masih dijabat pelaksana tugas.
“Segera dibidding minggu depan. Bidding dan lelang jabatan kan sama, lelang terbuka. Minggu depan di rencanakan lelang,” ungkapnya.
Apalagi, kata Hayat, sudah menyiapkan pansel untuk lelang yang diisi oleh unsur akademisi, LAN, Pemprov.
“Teknisnya sudah semua termasuk panselnya sudah kita persiapkan. Panselnya variatif, dari akademisi, tentu dari LAN, dari pemprov juga ada satu orang. Ini sangat variatif untuk menjaga objektivitas dalam menentukan sosok yang akan disodorkan ke pak gubernur,” jelas Hayat.
Sementara itu, setelah dimutasi ke Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Subbid Ekonomi, Irman Yasin Limpo menegaskan, kalau dirinya akan mundur sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang selama ini membesarkannya. Selanjutnya ia akan fokus untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, September tahun ini.
“Iya saya akan mundur. Saya akan mundur sesuai tahapan pilwali. Jika tahapannya sudah masuk, otomatis saya akan mundur dan fokus di pilwali,” tegasnya.
None juga tak mau memberikan komentar mengenai rencana kedepannya setelah dimutasi sebagai staf ahli, setelah OPD yang dipimpinnya dilebur ke dalam Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sebagai struktur baru OPD.
Dalam jabatannya saat ini. Ia hanya mengatakan untuk tidak berpikir macam-macam soal pelantikam kali ini.”Jangan pikir macam-macam lah, jangan pikir macam-macam ya,” ucapnya.
Walaupun begitu, None tetap mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, HA Nurdin Abdullah. Walaupun Balitbangda dilebur dan tahu bahwa dirinya akan maju sebagai kandidat calon wali kota, Nurdin tetap memberikan jabatan kepada dirinya.
“Ini amanah baru, saya syukuri itu. Saya berterima kasih sama pak gub tetap memberikan saya jabatan,” tutupnya.
Mantan Kepala Biro Humas Provinsi Sulsel, Devy Khaddafi juga mengaku, baru tahu akan dimutasi ke Sekretaris Kesbang pagi harinya (kemarin-red) sebelum pelantikan.
Devy mengatakan Biro Humas dalam struktur baru OPD memang dilebur ke Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom). Olehnya itu, dirinya memang telah mempersiapkan akan mutasi kali ini.
Namun secara pasti soal jabatan barunya, Devy mengetahui secara pasti pagi harinya, sebelum pelantikan pada siang kemarin.
Devy juga mengatakan tak akan kesulitan beradaptasi. Apalagi setiap kegiatan Kesbang juga diketahui olehnya.
Namun ia tetap akan mempelajari lebih lanjut di posisi baru ini. Ia juga belum ada gambaran apa yang akan dilakukannya kedepan.
“Nanti saya lihat kembali apa program di 2020 ini. Yang pasti selama ini hampir semua kegiatan yang terkait pemerintahan termasuk kesbangpol, saya tetap berhubungan. Jadi butuh waktu sedikit lagi untuk melihat apa programnya supaya langsung jalan,” jelasnya.(nug)

