pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sampah Dihambur di Kampus UIN

Buntut Rencana Pemecatan 70 Petugas Kebersihan

MAKASSAR, BKM — Pemecatan secara massal menghantui puluhan petugas kebersihan di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar. Sebanyak 70 orang cleaning service itu bakal kehilangan pekerjaannya.
Menyikapi hal itu, mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan rektorat UIN Alauddin Samata, Selasa (4/2). Massa sengaja membuang sampah di sekitar kampus sebagai bentuk penolakan atas pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
Abdul Daeng Tompo selaku koodinator kebersihan UIN Alauddin Makassar, mengatakan dirinya menjadi salah satu bagian dari puluhan petugas kebersihan yang bakal di-PHK. Rencana itu ia ketahui minggu kemarin setelah adanya rapat rektorat dengan pemenang tender jasa penyediaan jasa kebersihan.
“Kita ini sudah puluhan tahun bekerja di sini. Mereka semua ini (sambil menunjuk petugas kebersihan lainnya) apa mau dia kasih makan keluarganya kalau dipecat semua. Kita tidak terima keputusan itu karena tidak pernah dijelaskan ke kami,” cetusnya ketika ditemui di gedung Rektorat UIN Alauddin, kemarin.
Tindakan menghamburkan sampah di dalam kampus, diakui Abdul, sengaaj dilakukan sebagai bentuk penolakan dan tidak adanya respon dari rektor terhadap rencana pemecatan puluhan petugas kebersihan.
“Iya, sengaja kita lakukan seperti ini karena kita tidak digubris sama sekali. Kalau tidak didengarkan, mereka ini mau tutup pagar kampus,” tegasnya.
BKM mencoba mencari tahu apa penyebab petugas kebersihan ini hendak dipecat secara massal. Ternyata, tindakan tersebut merupakan buntut dari kekecewaam Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis.
Setiap hari ia mendapati kondisi kampus yang kurang bersih. Sampah sering berserakan di berbagai tempat. Bahkan tidak jarang, Hamdan kerap kali turun tangan membersihkan sendiri dan menegur setiap pimpinan fakultas.
“Bukan saya yang pecat mereka. Kita ini sudah bekerja sama dengan PT Abadi Raya Commerce (Arco), perusahaan penyedia jasa cleaning service. Jadi mereka yang tentukan petugas kebersihannya. Bukan kami,” ujar Prof Hamdan, kemarin.
Dia mengakui, kebersihan kampus saat ini tidaklah maksimal. Dirinya sering memantau kebersihan setiap fakultas, namun cleaning service seringkali tidak berada di tempat saat dibutuhkan.
Terkait aksi unjuk rasa petugas kebersihan yang menolak PHK dengan menghamburkan sampah di dalam kampus, Prof Hamdan mengaku tengah merapatkannya dengan semua unsur pimpinan dan pemenang tender penyedia jasa cleaning service.
“Iya, sementara ini kita rapatkan. Nantilah. Tapi yang jelas itu bukan wewenang kami,” tutupnya. (ita/rus)




×


Sampah Dihambur di Kampus UIN

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar