pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Wahab: Siswa Pukul Guru itu Pidana, tak Bisa Ditolerir

Usai Disdik, Giliran Legislator ke SMPN 23

MAKASSAR, BKM — Kasus pemukulan guru oleh siswanya di SMPN 23 Makassar mendapat perhatian banyak kalangan. Dinas Pendidikan (Disdik) melalui Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar Ahmad Hidayat telah datang ke sekolah tersebut, Senin (27/2).
Usai Hidayat, menyusul kemudian angota DPRD Kota Makassar. Wakil rakyat ini rencananya akan turun ke SMPN 23 hari ini, Selasa (22/2).
Ketua Komisi D Wahab Tahir yang dihubungi, kemarin sangat menyesalkan insiden pemukulan tersebut. Sebab, jauh hari sebelumnya ia sudah mewanti-wanti pihak sekolah untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan di lingkungannya.
“Kita juga cukup kaget dengan informasi itu. Besok (hari ini) saya akan ke sana cek dan konfirmasi langsung ke kepseknya dengan Dinas Pendidikan. Apa betul seperti itu. Siswa berkelahi sesama siswa itu bisa kena sanksi pembinaan dari sekolah. Tapi kalau siswa pukul guru itu sudah tindak pidana dan tidak bisa ditolerir,” kata Wahab di gedung DPRD Makassar, Senin (17/2).
Sekolah dan Disdik Kota Makassar, menurut Wahab, patut turun tangan dalam menyikapi persoalan tersebut. Terlebih lagi jika guru yang menjadi korban kemudian melapor ke polisi.
“Kita perlu tahu ada batas dan aturan mengenai itu. Saya pikir jika itu sudah kelewatan, ya harus ada efek jera ke siswa untuk tidak mengulangi perbuatannya. Ini juga harus melibatkan orangtuanya,” tegas legislator Partai Golkar ini.
Penyesalan senada datang dari anggota Komisi D DPRD Makassar Saharuddin Said. Apalagi kejadian tersebut sudah di luar batas kewajaran.
“Seharusnya peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi. Ini soal tatakrama dan etika yang sepatutnya dijaga. Jika seperti ini, dinas terkait harus turun tangan agar ini tidak menjadi contoh siswa dan sekolah lain,” jelasnya.
Kabid Pengembangan Dikdas Disdik Makassar Ahmad Hidayat tang datang ke SMPN 23, langsung melakukan pertemuan dengan guru yang menjadi korban pemukulan dan siswa yang dilaporkan memukul.
“Saya sudah pertemukan keduanya, antara guru yang melapor dan siswa yang dibilang memukul. Tidak ada tanda-tanda kalau guru itu sudah dipukul. Saya bilang ke guru itu, coba lihat baik-baik ada bekas pukulan atau tidak di kepalanya. Saya tidak mau bilang kalau ini guru merekayasa. Tapi tidak ada tanda-tanda bekas pemukulan di kepala maupun di mukanya,” cetus Ahmad Hidayat
Dia pun meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan. Ia berdalih, persoalannya belum jelas.

Periksa ke Psikolog

Dihubungi terpisah, dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Dr Widyastuti, mengungkapkan kekerasan yang didapat guru karena melerai siswa yang berkelahi, diduga karena siswa tersebut memiliki masalah perilaku dan pengendalian diri yang buruk.
“Kita juga cukup miris dengan beberapa kejadian di dunia pendidikan seperti ini. Kemarin bully antarsiswa dan itu sudah sering terjadi di sekolah. Tapi soal adanya penganiayaan terhadap guru, saya kira kekeliruan orangtua di situ dalam mendidik anaknya,” ujar Widya, Senin (17/2).
Dengan kejadian tersebut, menurut Widya, upaya pembentukan karakter di sekolah belumlah maksimal. Orangtua juga diharapkan untuk lebih peka jika anak membutuhkan perhatian khusus. Sebab kondisi anak biasanya terbentuk di lingkungan keluarga dan sudah berlangsung sejak kecil.
”Begitu pula dengan guru, diminta untuk bisa menangani anak-anak yang memiliki masalah perilaku. Apalagi anak yang cenderung dikenal nakal dan bandel di sekolah karena sering berkelahi. Kita harus melihat riwayatnya, siapa tahu memang ada masalah pengendalian diri atau ambang toleransi stresnya pendek. Kita perhatikan fenomena yang menimpa guru di Sulawesi merupakan ketidakmampuan orangtua untuk membedakan masalah yang dialami anaknya,” jelasnya.
Widya menambahkan, guru memang memiliki tanggung jawab membimbing anak di sekolah. Tetapi tanggung jawab guru tidak sepenuhnya. Orangtua juga punya kewajiban untuk itu.
“Saran saya, siswa ini harus diperiksa ke psikolog untuk diterapi. Karena kita takutkan memang ada indikasi masalah perilaku inklusif, yang jika tidak ditangani akan berlanjut sampai siswa tersebut dewasa. Terlebih lagi lingkungannya tidak paham itu,” ujarnya. (jun-ita)



×


Wahab: Siswa Pukul Guru itu Pidana, tak Bisa Ditolerir

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar