pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kini Ada Enam Titel Mengikuti Namanya

Ipda Marino, Perwira Binmas Polres Parepare Bergelar Doktor

TAK banyak personel kepolisian yang bisa seperti Ipda Marino. Di tengah kesibukan dan rutinitasnya selaku bhayangkara negara, ia mampu meraih gelar tertinggi di bidang akademik, yakni doktor. Menyandingkannya bersama lima gelar di barisan namanya.

TAHUN 1989, Marino lulus sebagai bintara polisi. Ia bergabung di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Parepare. Tak lama berselang, tepatnya di tahun 1991 dia melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu (S-1). Tahun 1995 Marino menyelesaikan kuliahnya dan berhak menyandang gelar sarjana pendidikan (SPd).
Tak cukup dengan itu, Marino kembali mendaftar untuk kuliah. Tetap pada jenjang S-1. Namun yang dipilihnya adalah program studi hukum. Perkuliahan dimulai tahun 2011 dan selesai di tahun 2014. Kali ini, titel sarjana hukum (SH) yang diraihnya.
Di saat kuliah hukum, Marino ternyata juga menempuh perkuliahan untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan Islam (SPdI). Ia menjalaninya di tahun 2010-2015, dan berhasil mengantongi titel tersebut. Bahkan di rentang waktu 2014-2017, Marino juga kuliah dan akhirnya menyandang gelar sarjana sosial (SSos).
Empat titel tersebut mengakhiri perkuliahan Marino di level S-1. Namun, pencarian ilmu di bangku pendidikan tetap ia lanjutkan. Tahun 2008 ia menempuh kuliah untuk jenjang strata dua (S-2). Magister hukum berhasil ia sandang di tahun 2011.
Berhentikah Marino untuk kuliah? Ternyata tidak. Di tahun 2015 ia mengawali kuliah pada jenjang strata tiga (S3). Di tahun 2019, doktor di bidang hukum mampu diraihnya. Enam titel kini mengikuti namanya, Dr Marino,SPd,SH,SPdI,SSos,MH.
Pencapaian Marino di bidang akademik saat ini ternyata bukan tanpa sebab. Ia termotivasi oleh kegagalannya mengikuti sekolah perwira ketika masih berpangkat bintara. Kala itu, 12 kali dirinya mendaftar namun tak sekali pun dinyatakan lulus.
Marino kemudian mengambil hikmah dari semua itu. Pencarian ilmu pengetahuan ia lanjutkan di bangku kuliah perguruan tinggi. Bertahun-tahun dilakoninya sambil menjalankan tugasnya sebagai perwira di Binmas Polres Kota Parepare.
”Sebenarnya saya nekat saja kuliah, karena tanpa dukungan finansial. Apalagi anak juga kuliah di waktu bersamaan. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kenang Marino.
Namun, Tuhan selalu membukakan jalan bagi Marino. Di tengah rutinitasnya sebagai seorang anggota polri, pria yang juga dikenal sebagai seorang mubaligh ini intens ceramah Jumat dari masjid ke masjid. Tema yang diusungnya tentang kewaspadaan terhadap berbagai tindak kriminal dan penyakit masyarakat.
Dalam catatan, Ipda Marino menjadi satu-satunya personel kepolisian yang berhasil meraih gelar doktor sejak keberadaan Polres Parepare. Ia mempertahankan disertasinya dalam promosi doktor di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jumat (21/2). Disertasinya berjudul; Esensi Fungsi Kepolisian dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Lalulintas Terhadap Penerapan Hukum Progresif.
Sidang promosi yang berlangsung di Aula PPs UMI, dipimpin Prof Dr Baharuddin Sammaila selaku ketua, Prof Dr H Hambali Thalib,SH.MH (promotor), Dr Kamri Ahmad, dan Dr Abdul Agis,SH,MH (kopromotor), dan penguji Prof Dr H Syahruddin Nawi,SH.MH, Prof Dr H Supirman Rahman,SH.MH, Dr H Badaruddin Badaru,SH,MH, dan Dr Nasrullah Arsyad,SH.MH. Prof Dr Muhadar Wataniba,SH.MH bertindak sebagai penguji eksternal, dan Prof Dr Hj Jeni Kamase,SE,M.Si, penguji lintas disiplin.
Kasat Binmas Polres Parepare AKP Sarifuddin hadir langsung menyaksikan promosi doktor Ipda Marino. Ia mewakili Kapolres AKBP Budi Susanto. Ada pula Ketua Pepabri Letkol Purn Handoyo, serta kerabat dan keluarga dekat Marino.
”Sebenarnya, sudah lama harusnya promosi doktornya. Namun terkendala finansial, karena anak saya menikah. Jadi untuk biaya promosi akhirnya dialihkan ke situ dulu,” ujar Marino sambil tersenyum.
Marino lahir di Wanogiri, 15 Agustus 1967. Anak keempat dari enam bersaudara ini sekarang menjabat sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Bin Ops) Polres Parepare. Dari pernikahannya dengan Hartati, mereka dikaruniai tiga buah hati. Masing-masing Frezy Susanto, Fryda Anggreny Wahyuni, dan Fredy Ardiansyah Hadinata.
Marino tercatat sebagai personel polri peraih tanda Kehormatan Satyalancana Kesatuan 8 tahun, 16 tahun, dan 24 tahun. Statusnya yang juga seorang mubaligh saat ini tidak disandang begitu saja. Berbagai prestasi telah ditorehkannya pada ajang lomba pidato.
Sebut saja juara umum lomba da’i kamtibmas tingkat polres tahun 1995. Ia juga peraih sejumlah juara I lomba pidato kamtibmas, baik tingkat polres, polwil maupun polda. (mup/c)



×


Kini Ada Enam Titel Mengikuti Namanya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar