KEPALA Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Sulsel, Andi Aldiana, mengakui stok gula pasir di Sulsel memang sedang menipis. Hal ini karena belum memasuki musim panen.
Aldiana menyebut jika stok gula yang ada di Sulsel berasal dari dua pabrik gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Ada yang dari Bone dan ada yang dari Takalar. Sementara di dua tempat tersebut belum berproduksi akibat belum tiba musim panen.
Masalah ini, dikatakan Aldiana, bukan hanya terjadi di Sulsel, namun hampir di seluruh Indonesia. Di Sulsel, sisa stok gula yang ada tinggal 2.500 ton di distributor.
“Di distributornya juga kan. Kita distributornya dari Jatim, belum ada dari sana lagi,” ucap Aldiana, kemarin.
Satgas pun juga telah diturunkan oleh tim Disdag di beberapa daerah. Tidak ada yang ditemukan melakukan penimbunan gula. Sehingga, ditambahkannya, langkah yang akan diambil kementerian adalah mengeluarkan izin import gula.
Demi menutup kelangkaan gula pasir ini, pemerintah pun dikatakan Andiana, dalam waktu dekat akan mengeluarkan izin impor.
“Kami belum tahu dari mana diimpor. Kami juga belum menanyakan detilnya berapa banyak gula impor nantinya untuk Sulsel. Tunggu saja,” ucapnya. (nug)
Belum Masuk Musim Panen
×

