pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Siswi SMP Rekayasa Cerita Penculikan Dirinya

MAKASSAR, BKM — SR, pelajar kelas 2 SMP di Kabupaten Pangkep ternyata telah mengarang cerita tentang penculikan dirinya. Gadis usia 12 tahun yang beralamat di Kampung Maleleng, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene ini telah merekayasa pengakuannya.
Hal itu disampaikan Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji dalam keterangan persnya di Mapolda Sulsel, Selasa (10/3). Hadir Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Dijelaskan Ibrahim, peristiwa bermula pada hari Sabtu (7/3) pukul 09.00 Wita di rumah orangtua SR. Ketika itu ia disampaikan oleh adik laki-lakinya, bahwa dirinya akan dimarahi oleh ibunya karena sendalnya telah hilang. Sehari sebelumnya, SR memakai sendal ibunya itu pergi bermain.
Karena merasa bersalah, SR lalu pergi mencari sendal tersebut ke sawah yang terletak di belakang rumah tetangganya. Tidak menemukan sendal yang dicari, SR lalu kembali ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, SR bertemu dengan adik laki-lakinya. Ia disampaikan bahwa sendal tersebut tidak hilang, tapi berada di rak sepatu. Merasa dipermainkan, SR pun kesal.
Kekesalan itu semakin bertambah, karena permintaan kepada orangtuanya untuk dibelikan sepatu baru, tidak dipenuhi. Sang adik yang melihat kakaknya ngambek langsung melontarkan perkataan ketus. ”Pergi saja dari rumah,” ujar sang adik seperti ditirukan Ibrahim Aji.
Mendengar perkataan adiknya itu, rasa sakit hati SR kian membuncah. Dia lalu beranjak dari rumahnya. Selanjutnya pergi ke kolong rumah milik tantenya bernama Dg Bollo. Tepatnya di dalam sebuah gudang. Lokasi berada di samping rumah SR.
Orangtua korban yang pulang dari bekerja, kemudian berusaha mencari putrinya, namun tidak ditemukan di dalam rumah. Pencarian kemudian dilanjutkan ke rumah tetangga sekitar. Kemudian diperluas di dalam kampung. Termasuk sekolahnya. Namun yang dicari tak ditemukan.
SR sempat tertidur di dalam gudang tersebut dan terbangung di sore hari. Ia kemudian mengingat kembali semua hal-hal sedih yang pernah terjadi pada dirinya. Terbayang pula jalan cerita sinetron tentang kisah nyata yang sering disiarkan salah satu televisi swasta nasional. Rahma kain tak mampu menahan kesedihannya.
Dia pun mengambil dua biji obat paracetamol, asam mefenamat satu biji, dan antalgin satu biji yang dia bawa dari rumahnya. Ketiga jenis obat tersebut kemudian diminumnya.
Saat itu juga, orangtua korban pergi ke Tonasa I, Kecamatan Balocci guna melakukan pencarian. SR sempat mengintip dari dalam gudang ketika orangtuanya pergi meninggalkan rumah.
Usai meminum obat, lanjut Kombes Ibrahim, beberapa jam kemudian SR mencari tali di sekitar gudang. Ia menemukan tali nilon warna hijau. Selanjutnya dipakai mengikat tangan kirinya terlebih dahulu, lalu membuat simpul dan mengarahkan kedua tangannya ke belakang.
Setelah posisi kedua tangannya berada di belakang, tali yang sudah disimpul tersebut dililitkan sehingga kedua lengannya dalam posisi terikat.
Tak berselang lama, lanjut Kombes Ibrahim Tompo, seorang warga bernama Dg Tompo mendapati SR berada dalam gudang dengan posisi kedua pergelangan tangan terikat. Dg Tompo yang kaget kemudian bertanya kepada SR tentang keberadaannya dalam gudang.
Namun, SR hanya diam dan menangis. Dg Tompo lalu bertemu dengan Erni, tante SR dan menyerahkan ponakannya. Selanjutnya Dg Tompo pergi. Erni kemudian melepaskan ikatan tali tersebut dengan menggunakan pisau. Kepada tantenya, SR mengaku dirinya menjadi korban penculikan, seperti diberitakan koran ini, kemarin.
Aparat Polres Pangkep yang turun menyelidiki kasus ini, kemudian memberikan penjelasan kepada orangtua dan keluarga korban perihal kejadian sebenarnya. Tidak ada kejadian penculikan terhadap Rahma, melainkan hanya mengarang cerita penculikan tersebut agar dirinya lebih diperhatikan oleh orangtuanya.
Polisi kemudian menyampaikan sedikit pesan dan bimbingan kepada orangtua bagaimana seharusnya memperlakukan anaknya, karena dikhawatirkan korban mengulangi perbuatannya dan merugikan dirinya sendiri di kemudian hari. (*/rus)



×


Siswi SMP Rekayasa Cerita Penculikan Dirinya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar