pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ditolak di Bulukumba-Palopo, Diterima di Makassar

Kapal Pesiar dari Australia Sandar Hari Ini

MAKASSAR, BKM — Kapal pesiar MV Coral Adventure asal Darwin, Australia akan merapat dan sandar di pelabuhan Makassar hari ini, Rabu (11/3). Padahal sebelumnya, kapal yang mengangkut 40 turis tersebut sempat ditolak di Bulukumba dan Palopo.
Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah membenarkan jika MV Coral Adventure akan segera merapat. Kapal tersebut rencana buang jangkar selama dua hari di Makassar, yakni 11dan 12 Maret. Sesuai aturan internasional, maka kapal tersebut layak untuk berlabuh di Makassar.
“Karena mereka sudah memiliki izin dari kantor pusat, kepolisian, dari BIN dan sebagainya. Tinggal kita penerimaannya di pelabuhan bagaimana,” ucap Rahmatullah, kemarin.
Sampai saat ini, dikatakan Rahmatullah, belum ada yang diketahui menderita sakit di kapal tersebut. Apalagi penumpang di kapal pesiar itu sudah melewati masa inkubasi selama 14 hari di kota Darwin, Australia. Kemudian 15 hari baru tiba di Makassar.
Rahmatullah menambahkan, semua SOP (standar operasional prosedur) tentang bersandarnya kapal ini tengah berjalan. Ia menegaskan, MV Coral Adventure tidak boleh berlabuh apabila memang ada di antara penumpangnya yang sakit.
“Kalau ada yang sakit atau ada suspect corona di dalamnya tidak bakalan turun. Pokoknya tidak disandarkan kalau ada yang suspect. Hanya berlabuh 2 mil laut dari sini kalau memang ada,” tandasnya.
Olehnya, karena tidak ada masalah dengan para penumpang, maka kapal boleh tetap sandar. “Jangan phobia kapal. Apa bedanya pesawat yang setiap hari mendarat. Itu semua kan ada SOP. Ini kan thermal scanner berjalan. Ada petugas KKP yang periksa. Kalau petugas KKP mengiyakan dan tidak ada masalah, boleh. KKP yang menjadi rekomendasi itulah yang bisa kita pakai. SOPnya ada,” jelas Rahmatullah.
Soal penolakan kapal tersebut untuk berlabuh di Palopo dan Bulukumba, Rahmatullah menyebut karena masalah pemahaman yang belum memadai soal corona. Padahal, yang diterapkan kapal sebelum berlabuh merupakan prosedur internasional.
“Bukan prosedur main-main yang kita gunakan. Itu prosedur dari KKP. Yang naik memeriksa pertama kali nanti itu petugas KKP. Kalau ada yang bermasalah tentu tidak ada yang boleh turun. Kecuali yang sakit, itu langsung dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar Darmawali Handoko menjelaskan, sesuai SOP, para penumpang kapal akan masuk di zona karantina, kemudian diperiksa. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui dan memastikan apakah ada ke gejala covid-19 atau tidak.
“Jika tidak, berarti dia aman. Kemudian kami mengizinkan mereka untuk berlabuh,” kata Darmawali.
Dalam pemeriksaan, lanjut Darmawali, pihak KKP akan memakai APD (alat pelindung diri). Kemudian dilakukan pemeriksaan.
Pertama akan dilihat terlebih dahulu, sudah berapa lama perjalanan. Kalau perjalanannya masih kurang lebih selama 14 hari, berarti masih ada kemungkinan penumpang terkena. Namun jika sudah lewat masa inkubasi, berarti sudah aman sekali kalau memang dia tidak timbul gejala.
“Kita periksa semua gejala dan tandanya, seperti panas (demam), batu pilek, kemudian ada sesak pernapasan nggak, dan gejala-gejala lain. Kalau memang tidak ada semua, berarti kan aman,” jelas Darmawali.
Kemudian pihak KKP akan mendiclear bahwa penumpang boleh berlabuh dan kapal boleh bersandar di Makassar.
“Tapi kalau yang di Bulukumba dan Palopo kan kita tidak sempat lihat apa-apa, karena sudah ada penolakan sehingga mereka sama sekali tidak kita periksa,” tambahnya.
Darmawali mengaku pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait, mulai dari Otoritas Pelabuhan Makassar hingga Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk menyambut kedatangan kapal Coral Adventure. Seluruh standar pemeriksaan akan dijalankan.
Sebelum sandar di pelabuhan, petugas KKP akan mendatangi kapal dan memeriksa semua penumpang. Pemeriksaan mengacu pada standar internasional dan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Silakan Berkunjung

Dihubungi terpisah, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menjelaskan, pada prinsipnya semua protokoler dan aturan tentang kesehatan, baik penanganan dan antisipasi corona akan dijalankan oleh KKP Makassar. Termasuk dalam menyikapi kehadiran turis-turis dari kapal pesiar yang sandar di pelabuhan Makassar.
“Tapi kalau saya, turis-turis yang tidak ada masalah, sehat ya silakan berkunjung ke Makassar. Karena tidak ada larangan juga dari pemerintah terhadap tamu-tamu dan turis-turis dari Australia. Silakan saja (datang ke Makassar),” ungkap Iqbal.
Iqbal menyebut tidak ada alasan bagi Pemkot Makassar untuk menolak kedatangan kapal pesiar tersebut. Terlebih pemerintah pusat juga belum mengeluarkan larangan masuk ke Indonesia untuk warga Australia.
“Yang pasti tidak ada alasan, tidak ada perintah dari pemerintah pusat untuk melarang orang Australia untuk berkunjung ke Indonesia. Jadi turis-turis dari Australia, ya silakan saja,” ujarnya.
“Sama saja kalau kita ke Australia kan tidak ada larangan. Masak kita larang orang Australia ke Indonesia kalau pemerintah sendiri tidak melarang,” lanjutnya.
Pertimbangan pariwisata di Makassar, menjadi salah satu tujuan pemkot mengizinkan kapal Coral Adventure sandar. Iqbal pun heran dengan ditolaknya kapal tersebut untuk bersandar di Bulukumba dan Palopo.
“Kenapa dilarang? Apa alasan kita melarang? Justru yang saya tanya apa alasan melarangnya, orang yang sehat datang, apa alasan kita melarang,” cetusnya.
“Tetapi tetap SOPnya. Protokolnya tentang pemeriksaan corona tetap jalan dari KKP. Kecuali kalau ditemukan ada suspect baru kita isolasi. Kalau tidak ada, ya tidak ada alasan untuk melarang,” tandasnya. (nug-rhm)



×


Ditolak di Bulukumba-Palopo, Diterima di Makassar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar