BANTAENG, BKM — Seorang pemuda berinisial Ah (21), warga Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng, terkapar bersimbah darah, Selasa (10/3) malam.
Sumber di TKP mengatakan, pada Selasa malam Ah sedang ngobrol santai bersama beberapa rekannya di Jalan Gelatik, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng (samping kanan rujab Bupati, red).
Tiba-tiba muncul tiga personel Polres Bantaeng dan melakukan penyergapan terhadap Ah. Mengetahui dirinya mau ditangkap, Ah melabrak petugas dan berusaha kabur.
Melihat situasi tidak menguntungkan, polisi lalu mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Ah tidak menggubris peringatan tersebut, akhirnya petugas mengarahkan tembakan ke Ah. Tapi sialnya, bukannya mengenai lutut ke bawah, tapi bersarang di pinggang sebelah kiri tembus ke perut.
Kapolres Bantaeng, ABKP Wawan Sumantri, membenarkan, bahwa Ah mencoba melarikan diri dengan melabrak petugas yang mau menangkapnya. Sehingga petugas terpaksa melumpuhkan Ah.
Mantang, ibu Ah, ketika mendampingi puteranya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, mengatakan sempat pingsan ketika petugas mendatangi rumahnya.
Ibu Ah mengaku kaget dan tidak tahu masalah, kenapa puteranya jadi sasaran penangkapan polisi. “Saya tidak tahu apa masalahnya”, akunya.
Menurut Kapolres, Ah ditangkap dalam kasus penggelapan dan pengancaman. (wam/C)
Kabur Saat Disergap, Pemuda Letta Ditembak
×

