MAKASSAR, BKM — Tidak semua pasien positif covid-19 dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan kesembuhan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari menjadi contohnya. Ia kini dinyatakan telah sembuh dari covid-19.
Selama positif terinfeksi penyakit yang disebabkan virus corona tersebut, dirinya menjalani karantina mandiri di rumahnya. Ichsan Mustari mengumumkan sendiri kesembuhannya melalui video yang disebarkan.
Ichsan berhasil sembuh usai menjalani isolasi mandiri di kediamannya selama kurang lebih 12 hari. Dirinya dinyatakan sembuh usai pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan memberikan hasil negatif.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah membantunya melewati masa sulit usai dinyatakan positif covid-19.
Terutama juga ia mengucapkan terima kasih kepada rekannya di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel.
“Baru saja saya menerima hasil pemeriksaan PCR control saya dan hasilnya adalah negatif. Kepada seluruh keluarga kerabat, dan juga terutama teman-teman di kantor dan posko, hari ini saya sembuh, kita mulai sama-sama kembali,” kata Ichsan dalam video tersebut.
Hasil ini membuatnya tampak semringah. Selain ucapan terima kasih kepada keluarga dan rekannya, Ichsan juga mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada sejumlah pihak atas kesembuhannya dari virus corona.
“Pertama kami sampaikan kepada tukang cukur saya, saya sudah sembuh Mas, saya mau cukur. Yang kedua, kepada tetangga saya Pak Asriadi, dan lain-lain, terima kasih kerja sama kita selama ini telah menjaga kompleks ini dengan baik, terima kasih Pak,” lanjutnya.
Selama positif, Ichsan diketahui menjalani isolasi secara mandiri dari kediamannya. Meski positif covid-19, Ichsan beberapa kali tetap menyapa awak media melalui konferensi video untuk memberi kabar terkait penanganan covid-19 di Sulsel.
Dalam keterangannya pula, Ichsan mengaku merupakan positif corona dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). “Saya dua minggu lalu itu tidak nampak sekali sakitnya, paling demam saja kemarin, tapi yang lain tidak. Jadi sebenarnya saya juga sudah masuk OTG kemarin,” jelas Ichsan.
Selama masa karantina mandiri, Ichsan mengaku tidak melakukan kontak secara fisik kepada semua anggota keluarga di rumahnya. Bahkan ruangannya pun dipisahkan sendiri.
Ia menjelaskan jika keluarganya hanya mengirimkannya makanan atau minuman ketika ia sedang lapar atau haus. Itupun hanya dengan meletakkan makanan atau minuman di depan kamarnya saja.
“Saya tentu memisahkan diri dengan keluarga lain. Saya di lantai satu, istri dan anak saya di lantai dua. Kalau mau makan, mereka taruh saja piring depan kamar, nanti saya ambil, dan kemudian saya bersihkan sendiri,” terang Ichsan. (nug)

