MAKASSAR, BKM — Selama empat hari terakhir, sejumlah instansi lingkup Pemkot Makassar melakukan langkah antisipatif pencegahan penyebaran virus corona. Masing-masing Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, Kantor Kecamatan Biringkanaya, dan aparat Polsek serta Koramil. Dishub Kota Makassar sendiri setiap hari menurunkan 6-7 personelnya.
Di perbatasan Makassar-Maros misalnya, seluruh kendaraan yang lewat harus melewati tahapan penyemprotan desinfektan dan pengukuran suhu tubuh. Selain itu, seluruh pengendara juga disweeping.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Mario Said, menjelaskan bagi pengendara bermotor, diharuskan untuk mengenakan masker sesuai aturan yang sudah berlaku sejak Senin lalu.
“Jadi kalau ada yang tidak mengenakan masker, dilarang lewat perbatasan. Kita suruh kembali. Yang pakai masker yang bisa lewat,” ungkap Mario.
Terkait pemeriksaan yang dilakukan di perbatasan tersebut, sempat viral di media sosial. Bagi warga yang ber-KTP Maros, dilarang melintas di perbatasan. Informasi itu dibantah keras oleh Mario.
“Hoaks itu. Tidak ada pemeriksaan KTP. Pemeriksaan maskerji. Kalau tidak ada maskernya, disuruh cari masker dulu,” tandasnya.
Bagikan Sembako
Terpisah, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb berkeliling di sejumlah tempat menyalurkan bantuan kepada warga miskin di Kota Makassar. Khususnya yang terdampak akibat wabah covid-19 sejak beberapa bulan terakhir.
Di bawah guyuran hujan, Iqbal bersama personel TNI dan Polri mendatangi sejumlah rumah warga yang ada di Kelurahan Pattingalloang Baru, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (8/4).
“Tentu saja ini tanggung jawab kita semua untuk saling membantu saudara-saudara kita yang paling terdampak oleh wabah covid-19 ini. Hari ini kita bersama TNI dan Polri membagikan kebutuhan sehari-hari. Walaupun memang nilainya tidak seberapa, namun mudah-mudahan bisa sedikit meringankan kesulitan yang tengah mendera mereka,” ujar Iqbal yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.
Selain di Kecamatan Ujung Tanah, Iqbal menemui sejumlah warga di Kecamatan Rappocini untuk melakukan hal yang sama.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir yang ikut mendampingi Iqbal, menjelaskan bantuan sembako tersebut diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu. Termasuk yang kehilangan penghasilan akibat covid-19.
“Sesuai pendataan yang kita lakukan, sekitar 60.000 KK yang sedang kita sasar untuk mendapatkan bantuan. Saat ini banyak tempat kerja yang tutup dan merumahkan karyawannya. Termasuk pekerja harian, karyawan rumah makan yang tutup, ojek online, pedagang asongan, pemulung difabel, juru parkir, sopir angkutan anak sekolah, tukang becak, dan karyawan hotel,” ujarnya.
Tes Cepat Pegawai Pemkot
Sekitar 30 pegawai lingkup Pemkot Makassar menjalani rapid test atau tes cepat untuk mengetahui apakah kondisi yang bersangkutan positif atau negatif terpapar virus corona. Mereka yang diperiksa terutama adalah pegawai lingkup Bagian Hukum Pemkot Makassar dan pegawai yang pernah berinteraksi dengan almarhum ZM dalam kurun waktu 14 hari terakhir.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Makassar Ismail Hajiali dalam konferensi video dengan wartawan, Rabu (8/4) menjelaskan, para pegawai yang terdata pernah berinteraksi dengan almarhum Kasubag Hukum ZM melakukan rapid test di Puskesmas Panambungan.
Begitu juga dengan keluarga almarhum, telah melakukan rapid test di Puskesmas Mangasa, yang lokasinya dekat dengan rumah mereka.
“Jadi laporan yang kami terima, proses rapid test mulai dilaksanakan tadi (kemarin) sekitar pukul 13.00 Wita dan berlangsung sampai sore untuk pemeriksaannya,” ungkap Ismail.
Secepatnya, kata dia, akan disampaikan hasil pemeriksaan kepada yang telah melakukan rapid tes.
Sementara itu, dr Nani dari Dinas Kesehatan Kota Makassar mengatakan, hasil rapid test nantinya akan menjadi rujukan tim medis untuk ditindaklanjuti. Misalnya ada yang postif, tentu akan segera ditangani sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Sementara jika ada yang negatif namun menunjukkan gejala flu, demam hingga sesak napas, akan masuk dalam pemantauan. “Jadi kita tunggu saja dulu hasil pemeriksaannya seperti apa,” tandas dr Nani. (rhm)

