pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA: Anak-anak Saja Ingin Negeri Ini segera Pulih

Dua Anak Penjual Cendol Sumbang Uang Celengan

MAKASSAR, BKM — Selama masa pandemi covid-19 ini, berbagai peralatan medis, khususnya alat pelindung diri (APD) memang amat dibutuhkan. Tak terkecuali di Sulsel, yang jumlahnya masih sangat kurang.
Berbagai bantuan dan sumbangan APD dari masyarakat silih berganti datang untuk membantu para tenaga medis yang tengah berjuang menangani para pasien. Mulai dari masyarakat menengah ke atas, hingga mereka yang ekonominya tergolong pas-pasan.
Tanpa mengenal status, siapa pun bisa memberi andil dan bahu membahu memutus mata rantai penyebaran virus ini. Dua bocah perempuan ini pun patut menjadi contoh.
Mereka tergugah untuk memberikan kontribusi dalam menangani wabah saat ini. Keduanya menyerahkan celengannya yang berisi uang tabungan kepada Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan gubernur, kemarin.
Satu celengan berisi Rp405.500. Sementara yang satunya lagi berisi Rp100.900. Kedua anak yang baik hati ini merupakan perantau dari Lamongan. Orangtuanya berprofesi sebagai penjual cendol. Mereka sengaja menyumbangkan celengannya untuk dipakai membeli APD bagi penanganan covid-19.
Aliyah, salah seorang dari bocah perempuan itu, mengatakan isi celengannya merupakan uang tabungannya sendiri. Isinya terdiri dari uang koin yang disisihkan dari uang jajannya.
“Uang jajan. Disumbangkan untuk penanganan corona,” kata Aliyah poloso saat ditanya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah soal asal uang yang disumbangkannya.
Ayah Aliyah, Syamsuri sehari-harinya merupakan seorang penjual cendol di Pasar Abubakar Lambogo (Ablam). Ia adalah warga Lamongan, Jawa Timur yang telah menetap di Makassar.
Aliyah sendiri saat ini masih tercatat sebagai murid TK. Merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
Syamsuri menceritakan, awal niat anaknya untuk menyumbang karena sering melihat berita-berita di televisi terkait covid-19. Sejak itu, ia memberikan pengertian ke anaknya. Termasuk menawarkan bagaimana jika tabungan Aliyah disumbangkan saja ke pemerintah untuk membantu pemanganan covid-19.
Gayung pun bersambut. Aliyah langsung tergugah. Niat baik itu pun lalu disampaikan ke gubernur.
“Awalnya lihat berita di televisi soal corona. Saya kasih pengertian ke Aliyah, bagaimana jika tabungannya disumbangkan ke pemerintah untuk covid. Supaya cepat pergi coronanya. Supaya Aliyah bisa sekolah lagi,” terang Syamsuri.
Syamsuri menambahkan, selama virus corona masuk Makassar, anaknya hanya di rumah saja. Dia kini ingin anaknya bersekolah kembali, mengaji kembali, dan berkumpul kembali bersama teman-temannya.
Warga Jalan Cendrawasih, Makassar ini mengungkapkan jika selama ini Aliyah memang sosok anak yang sangat aktif. Selalu ingin menanyakan hal-hal baru.
Sejak masuk TK, Syamsuri memang selalu mengajarkan kepada Aliyah untuk rajin menabung. Tabungan itu rencananya akan digunakan untuk persiapan masuk di Sekolah Dasar (SD) nantinya.
Syamsuri sehari-hari memberikan anaknya uang jajan dengan jumlah yang tak tentu. Jika diberikan uang jajan Rp10 ribu, maka biasanya sisa uang jajannya itulah yang ditabung.
“Selama TK memang dia menabung. Persiapan untuk masuk SD. Jadi sudah ada tabungannya. Akhirnya diberikan ke pemerintah untuk beli APD dan sebagainya. Kalau saya biasa kasih Rp10 ribu. Koinnya itu yang ditabung,” jelasnya.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, mengaku sangat tersentuh melihat anak-anak begitu ikhlas menyumbangkan uang celengannya untuk membantu penanganan covid-19.
“Masya Allah, luar biasa. Terima kasih, anak-anak menyumbang. Ini patut kita acungi jempol. Masih kecil sudah punya rasa empati, solidaritas dengan kondisi negara seperti ini,” ungkapnya.
Menurutnya, sumbangan anak-anak ini merupakan doa agar semuanya bisa keluar dari wabah. “Mudah-mudahan ini berkah. Nanti kita salurkan. Terima kasih ya, luar biasa. Saya kira ini satu contoh yang sangat baik. Bahwa anak-anak berharap negara kita segera pulih. Segera normal kembali supaya dia bisa sekolah,” jelasnya.
Selain itu, tentunya anak-anak ini berharap bisa kembali meraih kehidupan sehari-hari dengan normal, dan bisa melakukan aktifitas sekolah serta belajar dengan baik. “Kembali sekolah, kembali menikmati kehidupan normal, supaya dia bisa belajar dengan baik untuk kemajuan bangsa dan negara. Saya kira ini mengetuk hati kita semua bahwa anak-anak pun punya harapan besar, punya kepedulian,” tandasnya. (nug)



×


NA: Anak-anak Saja Ingin Negeri Ini segera Pulih

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar