DAYA TAHAN tubuh seseorang bisa saja berubah-ubah, disesuaikan dengan kondisi mereka dalam menggunakan anggota badan untuk bekerja. Apalagi, di saat menjaga batas kota pada penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar, dibutuhkan tubuh yang harus tetap fit dan sehat.
Saat ini petugas keamanan dan penertiban berada di garda depan yang memiliki peran penting. Apalagi penyebaran virus corona yang menjadi penyabab covid-19 masih tetap menghantui warga kota.
Selain melakukan patroli ke segala penjuru kota untuk menindaki para pelanggar PSBB, mereka juga berjaga-jaga di seluruh perbatasan kota untuk mengawasi masyarakat, khususnya pengendara bermotor yang lalulalang.
Sebagai bentuk apresiasi kepada petugas yang sedang bekerja, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb kembali berkeliling kota di tengah malam. Ia menemui para petugas yang terus berjaga di batas-batas kota memeriksa para pengendara yang hendak masuk ke wilayah Kota Makassar.
Selain mengecek proses penegakan aturan PSBB di jalan raya, kedatangan Iqbal sekaligus untuk memberi semangat kepada tim gabungan yang bekerja 24 sejak PSBB diberlakukan.
Sejumlah titik yang didatangi pada malam ke sembilan PSBB tersebut di antaranya perbatasan Makassar-Maros di simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin, perbatasan Makassar-Maros di Kelurahan Katimbang, serta flyover Makassar.
“Malam ini (kemarin) kami coba memantau beberapa pos baik zona satu serta zona dua. Termasuk sejumlah wilayah perbatasan,” ujar Iqbal.
Biasanya, di waktu normal, wilayah-wilayah tersebut selalu padat dengan kendaraan yang melintas. “Namun situasi sudah sangat jauh berkurang. Artinya, sebagian besar warga kita memang sudah mengurangi aktifitasnya dan memilih tinggal di rumah saja,” ujar Iqbal.
Iqbal didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Mario Said, Kalakhar BPBD Dr H Muh Rusli, Camat Biringkanaya A Syahrum Makkuradde, serta Kabag Umum Pemkot Makassar Ichwan Jacub.
Dari pengamatan di lapangan, kendaraan-kendaraan yang melintas dilakukan penyemprotan disinfektan serta pengukuran suhu tubuh bagi pengendaranya.
Selain itu, pengendara yang tidak menggunakan masker diminta untuk berbalik arah. Demikian pula kendaraan yang memuat melebihi lima 50 persen dari kapasitas daya angkut diminta untuk menurunkan sebagian penumpangnya.
“Kami memberikan apresiasi kepada mereka yang bertugas, khususnya tim gabungan, baik itu dari aparat kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Mereka benar-benar bekerja menegakkan aturan d ilapangan, tegas tanpa tebang pilih,” katanya.
Kerja-kerja petugas tersebut, lanjut dia, sangat penting dan menentukan terhadap keberhasilan PSBB. Pihaknya sangat berharap kedisipilinan warga mendekati 100 persen demi memastikan virus corona tidak punya kemampuan bertransmisi.
“Jika itu berhasil dilakukan, maka PSBB tidak perlu untuk diperpanjang. Itu harapan kita,” lanjut Iqbal.
Di setiap titik yang didatangi, Iqbal menyempatkan menyapa para petugas sekaligus membagikan menu wajib saat berbuka yakni kurma, susu, dan vitamin. Termasuk alat pelindung diri yakni masker. Kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka yang bertugas.
“Alhamdulillah, ini tentu sangat berdampak terhadap semangat anggota kami, khususnya yang kini bertugas di lapangan. Kami berterima kasih kepada Pak Wali yang turun langsung memberi tambahan moril dan semangat. Insyaallah kami dan seluruh personel gabungan akan terus bekerja memastikan seluruh aturan PSBB diterapkan secara tegas di jalan raya,” ujar Kadis Perhubungan Mario Said. (rhm)

