pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kopel Sayangkan Aktivitas Pasar Dadakan

MAKASSAR, BKM–Di bulan ramadan ini keberadaan pasar dadakan atau pasar tumpah semakin tumbuh di dalam kota. Keberadaan mereka akan menambah masalah dalam Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, pasar bisa menjadi salah satu titik penyebaran virus corona.
Komite Pamentau Legislatif (Kopel) Sulawesi menyayangkan lambatnya sikap dari Pemerintah Kota Makassar dan lemahnya pengawasan dari anggota DPRD Kota Makassar terkait penertiban pasar dadakan tersebut.
Koordinator Kopel Makassar, Ahmad Tang, bahkan menegaskan, kerja-kerja dewan jelang penerapan PSBB hingga pelaksanaannya hanya satu titik saja yakni pengawasan PSBB. Padahal, di masa pandemi banyak saja masalah di kota ini seperti bermunculannya pasar dadakan.
“Kita semua tahu sekarang laporan BPS menyebut harga pangan kita terus naik selama ramadan, termasuk bermunculannya pasar dadakan. Kenapa masalah ini tidak diawasi, panggil ini dinasnya. Jangan hanya komentar tapi tidak ada tindakan,” ungkapnya, Selasa (5/5).
Ahmad Tang menambahkan, dewan tidak boleh tutup mata melihat kondisi tersebut, mereka harus berani mengevaluasi Pemkot Makassar termasuk melakukan pemanggilan ke SKPD terkait. Apalagi, tugas dan wewenang dewan telah diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pasar dadakan, PKL, gepeng dimana-mana. Selama penerapan PSBB, kerja-kerja dewan juga terkesan lumpuh. Seperti pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan peraturan lainnya,” jelasnya.
Menjawab kegelisahan Kopel, Ketua Komisi B DPRD Makassar, William, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak termasuk Pemkot Makassar guna mengantisipasi keberadaan pasar dadakan itu, termaksud koorndinasi harga pangan di Kota Makassar.
“Iya nanti kita koordinasikan lagi, tapi itu sudah kami tekankan sebelum ramadan, kalau harga harus dipantau terus. Hal ini memang rutin di bulan ramadan. Tapi inikan PSBB jadi sebisa mugkin harus sosial distancing Ini yang akan kami coba atur dan koordinasikan lagi,” bebernya.
Selain itu, menurutnya, memasuki ramadan, dewan dan disperindag sudah melakukan rapat terkait antisipasi pasar dadakan yang sembrawut di pinggir jalan serta beberapa antisipasi penerapan PSBB.
“Semua pihak harus mengerti kerja dan tupoksinya, kita pasti panggil juga PD Pasar. Saya rasa tidak akan ada msalah kalau mereka mengerti PSBB di bulan ramadan,”tuturnya. (ita)




×


Kopel Sayangkan Aktivitas Pasar Dadakan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar