MAKASSAR, BKM — Di tengah pandemi covid-19, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di triwulan I tahun 2020 mengalami perlambatan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulsel di periode ini hanya 3,07 persen.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 6,58 persen, terjadi perlambatan lebih dari setengahnya. Hal ini juga menjadikan pertumbuhan ekonomi terendah secara tahunan selama lima tahun terakhir.
Rinciannya, kuartal pertama 2016 berada di angka 7,41 persen dan naik di 2017 menjadi 7,52 persen. Kemudian di tahun 2018 dan 2019 mengalami penurunan masing-masing menjadi 7,35 persen dan 6,58 persen.
Kepala BPS Sulsel Yos Rudiansyah, mengatakan pencapaian itu didasarkan pada besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp123,77 triliun, dan atas dasar harga konstan sebesar 80,14 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang tumbuh 12,57 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,72 persen.
“Kami berharap di triwulan selanjutnya ada perbaikan, khususnya dari sektor tanaman pangan seiring musim panen yang berpindah di April 2020. Bisa menopang kinerja ekonomi di periode mendatang,” ujar Yos.
Pertumbuhan ekonomi Sulsel juga dipengaruhi oleh adanya pandemi covid-19. Penerapan sistem kerja work from home dan sistem belajar secara online membuat kelompok komunikasi dan informasi tumbuh sebesar hingga 9,79 persen.
Namun tidak cukup menahan terjadinya kontraksi di 13 kategori lapangan usaha lainnya. Beberapa di antaranya industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor. (rhm)
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Terendah
×

