pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Adnan: Kalau tidak Ketat, PSBB tak Perlu Diterapkan

GOWA, BKM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, menegaskan bahwa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah ini sudah sesuai aturan. Pelaksanaannya dilakukan oleh pemkab selama 14 hari dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Salah satu poin yang disebutkan adalah memperketat pemeriksaan setiap warga yang masuk ke Kabupaten Gowa selama penerapan PSBB berlangsung.
“Aturan yang saya jalankan itu telah sesuai ketentuan dalam PSBB. Kalau dikatakan tegas dan ketat, wajar saja. Yang namanya kita menjalankan aturan, kalau tidak mau tidak ketat, tidak perlu diterapkan. Ini yang menjadi pembeda PSBB dengan yang lain,” terang Adnan saat menjadi pembicara pada webinar (web seminar) Dinamika Tata Pemerintahan Daerah di Era Bencana Pandemi Covid-19, Sabtu (9/5).
Seminar tanpa tatap muka dan fisik secara langsung ini dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Dalam acara ini, Adnan menjelaskan detil tentang kondisi daerahnya selama PSBB diberlakukan.
Disadari oleh Adnan, penerapan PSBB di wilayah yang dipimpinnya itu menuai pro dan kontra dari berbagai lapisan masyarakat. Namun, menurutnya itu merupakan suatu hal yang wajar dalam setiap pemberlakuan kebijakan.
“Setiap kebijakan itu semuanya pasti ada pro dan kontranya. Kebijakan yang kita lakukan tujuannya untuk kebaikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Bukan untuk kepentingan satu pihak atau golongan saja,” ujar Adnan.
Bupati Adnan mengatakan, pengetatan aturan selama PSBB merupakan langkah dalam menyukseskan pembatasan sosial di Kabupaten Gowa. Jika PSBB ini sukses, maka rantai penularan covid-19 akan terputus. Minimal mampu menekan angka orang dalam pemantauan (OPD), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun yang positif covid-19.
“Kesuksesan PSBB ini merupakan salah satu cara untuk memutus penularan covid-19. Kalau dampaknya di Gowa mampu menekan angka ODP, PDP maupun yang positif, secara tidak langsung ini juga akan dirasakan kabupaten lain,” jelas Adnan.
Penjelasan ini dibenarkan Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof Dr Djohermansyah Djohan, yang ikut dalam webinar tersebut.
Prof Djohermansyah menilai bahwa ketegasan dalam pelaksanaan PSBB memang sangat dibutuhkan agar PSBB bisa berjalan sukses dan tidak berlangsung lama.
“Dalam pelaksanaan PSBB ini kita lebih baik keras dan tegas sedikit. Karena kalau tidak, akan panjang sekali nanti masanya,” kata Prof Djohermansyah melalui layar media telekonferensi. (sar)




×


Adnan: Kalau tidak Ketat, PSBB tak Perlu Diterapkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar