PEMERINTAH Kabupaten Soppeng terus berinovasi dalam upaya pencegahan penularan covid-19. Salah satunya dengan memperadakan mobil pelayanan uji swab.
SEBUAH mobil bus ukuran sedang tengah terparkir. Warnanya biru tua. Di bagian samping dan belakang tertulis Mobil Pelayanan Uji Swab. Dari kap belakang yang terbuka, terlihat generator listrik.
Mobil ini dijadwalkan berkeliling di delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Soppeng. Mengambil sampel swab orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif covid-19 maupun orang dalam pantuan (ODP).
Untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, pihak laboratorium kesehatan daerah (labkesda) akan berkoordinasi dengan puskemas di setiap kecamatan. Khususnya tentang di mana saja titik rawan yang telah dilakukan pelacakan. Di lokasi itulah mobil layanan ini akan bergerak untuk mengambil sampel swab.
Dalam mobil pelayanan ini terdapat 10 petugas Labkesda dan puskesmas. Dilengkapi kursi dan meja untuk pemerikasaan swab. Proses pengambilan sampel berada di dalam bus.
Masyarakat tak perlu khawatir saat pengambil swab. Karena mobil ini telah dilengkapi dengan teknologi hepa hilter, seperti yang digunakan di kabin pesawat. Fungsi teknologi hepa filter yakni untuk menyaring udara agar terbebas dari partikel debu, bakteri, dan virus. Sehingga yang dihirup merupakan udara bersih.
Hepa filter adalah media penyaring seperti kertas yang dilipat dan dirangkai dalam frame untuk menyaring partikel udara. Biasanya digunakan dalam sistem HVAC, di mana udara bersih, sterinl dan laminar sangat dibutuhkan.
Kapala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Soppeng Sarianto, mengatakan mobil pelayanan uji sampel swab ini merupakan inovasi Bupati Andi Kaswadi Razak guna memutuskan rantai penyebaran covid-19. Sekaligus sebagai bentuk kepeduliannya agar masyarakat Soppeng dapat terhindar dari virus tersebut.
“Keberadaan mobil layanan uji swab ini merupakan inovasi Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak. Interiornya didesain sedemikian rupa agar leluasa digunakan. Dilengkapi hepa filter untuk sterilisasi udara saat pengambilan swab berlangsung,” ujar Sarianto.
Bersama tim surveilans Dinas Kesehatan dan tim swab labkesda, mobil ini bergerak ke kecamatan setelah melalui proses tracking kontak pasien covid-19 ataupun ODP yang terdata. Untuk kemampuan melayani, bergantung dari data ODP atau orang yang kontak dengan pasien positif.
Selain itu, lanjut Sarianto, Pemkab Soppeng juga akan mengorder 10 ribu reagen untuk digunakan di labkesda. ”Sudah ada 2.000 reagen, tapi Pak Bupati minta agar mengorder 10 ribu,” imbuhnya.
Fatmawati selaku ahli teknologi medik laboratorium (ATML) labkesda Soppeng, menjelaskan mobil pelayanan uji swab ini akan bergerak ketika Dinas Kesehatan telah melacak beberapa warga yang telah melakukan kontak dengan pasien postif covid atau ODP.
”Ya, (mobil) ini berkeliling nanti. Tapi kita tunggu juga hasil pelacakan Dinkes atau puskesmas di lokasi mana yang akan diswab. Setelah kita mengambil swabnya, selanjutnya kita bawa ke labkesda untuk diuji sampel di PCR. Paling lama 3 jam hasilnya,” terang Fatmawati.
Sekadar diketahui, polymerase chain reaction (PCR) pemeriksaan swab virus corana berada di Labkesda soppeng mampu menguji 96 sampel dalam waktu 3 jam. (ono/b)

