pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bertahan Hidup dari Belas Kasih Kerabat dan Tetangga

Kisah Babil Merawat Ayah dan Ibu yang Stroke dan Lumpuh

TAKALAR, BKM — Pengabdian seorang bocah terhadap kedua orangtuanya kembali mencuri perhatian. Kisahnya pun viral di media sosial. Hingga akhirnya sejumlah petinggi di daerah ini turun tangan menyampaikan simpatinya.

NAMA lengkapnya Muhammad Bil Sabri Rahmat. Ia karib disapa Babil. Usianya baru 12 tahun. Masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Siapa sangka, di usianya yang masih belia itu, Babil mampu memperlihatkan sebuah tanggung jawab yang besar. Dirinya menjadi tumpuan hidup kedua orangtuanya.
Di sebuah rumah semi permanen di Dusun Topejawa Lama, Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Dindingnya dari seng. Di sinilah Babil bersama orangtuanya tinggal.
Ayahnya bernama Kamaluddin Daeng Beta. Ibunya, Karannuang Daeng Sunggu. Mereka hanya bisa berada di atas tempat tidur tanpa melakukan aktivitas berarti akibat penyakit yang dideritanya. Kamaluddin mengalami stroke, sementara Dg Sunggu menderita kelumpuhan. Ketidakmampuan dalam hal ekonomi membuat keduanya hanya bisa berdiam di rumah tanpa mendapat perawatan yang memadai.
Sebelum kembali bermukim di Topejawa, kedua orangtua Babil pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran Malaysia. ”Mereka pernah bekerja di Malaysia. Penyakit yang diderita sudah lama dan tidak ada lagi pekerjaannya,” tutur Junaid, salah seorang tetangga Babil di Desa Topejawa, Rabu (3/6).
Babil yang masih berstatus sebagai murid SD di Desa Topejawa, tak berdaya menghadapi peliknya hidup bersama kedua orang tuanya yang lumpuh. Mereka pun bisa bertahan hidup melalui belas kasih dari kerabat dan tetangga.
”Beruntung tetangga dan kerabat yang lain bersedia memberi bantuan untuk Babil bersama kedua orangtuanya. Mereka biasa datang silih berganti memberi makanan,” ujar Wandi, kerabat Babil.
Karannuang Dg Sunggu mengalami kelumpuhan sejak delapan tahun lalu. Sedangkan sang ayah, menderita stroke sekitar enam bulan lalu.
Di tengah ketidakberdayaan orangtuanya, Babil hadir sebagai oase di tengah keluarganya. Ia mampu merewat ayah ibunya yang hanya bisa berada di atas tempat tidur.
Informasi tentang keluarga ini akhirnya diresponse Wakil Bupati Takalar H Achmad Se’re dan Komandan Kodim 1426/Takalar Letkol Inf Ilham Yunus. Mereka pun mendatangi kediaman keluarga Babil.
”Kita patut berbangga dengan apa yang dilakukan anak kita Babil. Kita semua, warga Takalar bisa menjadikanya sebagai panutan bagi anak-anak lainnya dalam mengurus orang tua yang sedang sakit,” ujar Wabup Achmad Se’re.
Dandim Letkol Inf Ilham Yunus dalam kesempatan itu, menyampaikan bahwa kedua orangtua Babil akan dibawa ke Rumah Sakit Pelamonia, Makassar guna mendapatkan perawatan medis. ”Terkait biaya berobat keduanya, seluruhnya ditanggung oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin,” imbuhnya.
Perhatian besar ini membuat Karannuang dan keluarganya tak henti-hentinya menyampaikan terima kasih dan rasa syukurnya. ”Terima kasih Pak Wabup dan Pak Dandim, juga Pak Panglima atas perhatianta kepada orangtua kami untuk bisa dirawat di rumah sakit. Semoga menjadi berkah bagi kita semua, dan penyakit kami bisa segera disembuhkan,” ujar Karannuang.
Apa yang dijanjikan itu akhirnya terbukti. Hingga kemarin, Karannuang dan suaminya telah mendapat perawatan medis di RS Pelamonia, Makassar. (ira/c)




×


Bertahan Hidup dari Belas Kasih Kerabat dan Tetangga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar