MAKASSAR, BKM — Pandemi masih berlangsung, namun ekonomi tak boleh berhenti. Pemkot Makassar berupaya untuk terus membuatnya berputar.
Penjabat Wali Kota Yusran Jusuf mau, ekonomi masyarakat tetap terpacu. Meski begitu, ia juga tidak ingin persoalan kesehatan terabaikan.
“Kita akan buatkan protokol kesehatan di semua sektor ekonomi. Misal ada panduan khusus di pasar, di pusat perbelanjaan, dan sektor-sektor lainnya,” ujar Yusran, Rabu (3/6).
Keinginan Yusran ini pun disambut baik Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya. Pandemi tak boleh menganggu ekonomi berputar, terutama aktivitas di pasar.
Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Saharuddin Ridwan, mengatakan mulai Rabu (3/6), telah diterapkan protokol kesehatan terkait rambu-rambu kenormalan baru di semua pasar di Makassar.
Di antaranya, semua pasar setiap hari harus disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Kemudian setiap pedagang dan pembeli yang akan masuk jualan harus cuci tangan, diukur suhu badannya, dan menggunakan masker.
“Pasar menyiapkan pojok sehat untuk pelayanan bagi pedagang dan pembeli,” beber Saharuddin.
Selain itu, juga dipasang pesan-pesan kesehatan dan senantiasa pengelola pasar keliling untuk mengingatkan pedagang agar menjalankan protokol kesehatan. Itu sebagai tindak lanjut sesuai Perwali nomor 31 tahun 2020. “Terpenting adalah jaga jarak saat berbelanja,” jelasnya.
Pusat perbelanjaan seperti mal juga menyambut positif. Public Relations Executive TSM Makassar Rizky Maulidiana Haris menyampaikan, di Trans Studio Mall (TSM) Makassar telah disiapkan rambu-rambu protokol kesehatan. Terutama di pintu masuk mal.
Mulai dari wajib menggunakan masker dan pengecekan suhu tubuh terhadap karyawan, pengunjung, maupun pekerja vendor. Menyediakan hand sanitizer di pintu masuk, toilet, pilar, lift, dan musala.
“Kami juga menerapkan pengaturan sirkulasi dan batas waktu kunjungan. Jumlah pengnjung maksimal 35 persen dari jumlah kunjungan pada saat kondisi normal,” katanya.
Tradisi Baru di Gowa
Bagi jajaran Pemkab Gowa, pola hidup baru ini lebih tepat disebut sebagai tradisi baru. Hal inilah yang akan mulai dilakukan.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, menilai bahwa tradisi baru ini akan menjadi pemutus matarantai penyebaran covid-19, jika masyarakat disiplin menjalankannya. Seperti memakai masker, rutin cuci tangan, dan tidak mendatangi tempat keramaian. Termasuk tidak berkumpul, serta intens melakukan penyemprotan disinfektan.
“Aktivitas perkantoran di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa akan kembali normal dijalankan pada Jumat 5 Juni 2020. Karena itu, pada tatanan beraktivitas secara normal ini seperti hari-hari biasa di saat berkantor dulu sebelum covid-19 ada, tetap dijalankan. Namun dibarengi dengan sebuah tradisi baru yang selama ini tidak pernah kita lakukan. Seperti tradisi memakai masker ke mana pun, bahkan di rumah juga. Mencuci tangan setiap memulai dan selesai kerja. Menghindari berkumpul banyak orang, serta merutinkan menyemprot ruang kerja atau ruang rumah setiap hari dengan disinfektan. Tradisi baru ini memang harus dijalankan dan kita harus beradaptasi agar kita menjadi terbiasa,” terang Adnan memimpin rapat koordinasi jajaran Pemkab Gowa melalui telekonferensi di Peace Room A’Kio kantor Bupati, Rabu (3/6).
Pemberlakuan tradisi baru ini, kata Adnan, berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 57/2020 tertanggal 28 Mei 2020. Di beleid ini mengatur perpanjangan bekerja di rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga 4 Juni 2020. Disusul pemberlakuan kerja secara normal di kantor bagi seluruh ASN pada Jumat, 5 Juni esok.
Dengan pemberlakuan kerja secara normal di kantor ini, maka seluruh ASN diwajibkan mematuhi seluruh protokol kesehatan penanganan covid-19. Karena dengan kembalinya bekerja seperti biasa, maka potensi penyebaran covid-19 dinilai semakin besar. Apalagi saat ini penyebaran covid-19, khususnya di Kabupaten Gowa masih cukup tinggi, sehingga perlu langkah antisipasi untuk mencegah penularannya.
” Sebelum masuk area kantor saya imbau ASN wajib memakai masker. Jika tidak, maka diminta untuk pulang mengambil masker. Tidak diperbolehkan masuk kantor sebelum memakai masker,” tegas Adnan.
Bahkan, Adnan berjanji akan memberikan sanksi tegas bagi ASN yang melanggar. Olehnya itu, sangat diharapkan agar seluruh ASN dapat menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinannya masing-masing.
“Kalau sudah dua kali melanggar tidak pakai masker, saya minta ini dikasih sanksi supaya menjadi pembelajaran bagi yang lain. Mendisiplinkan orang harus memang butuh ketegasan,” tandasnya.
Selain itu, Adnan juga meminta seluruh kantor pemerintah di Kabupaten Gowa untuk menyiapkan tempat cuci tangan di pintu utama. Ia ingin semua ASN sebelum masuk kantor dan memulai aktivitas agar dalam kondisi bersih.
“Seluruh pimpinan SKPD dan camat agar mengajarkan seluruh pegawai dan stafnya agar sebelum masuk kantor sudah cuci tangan. Pasang semua tempat cuci tangan di pintu utama dan siapkan hand sanitizer di setiap ruangan,” instruksi Adnan.
Begitupun tatanan di setiap ruangan. Misalnya letak meja kantor agar diatur berjarak. Setiap meja diantarai minimal 1,5 meter hingga 2 meter. Selain itu, agar dilakukan penyemprotan disinfektan setiap selesai berkantor atau tidak ada lagi aktivitas dalam ruangan.
Obyek Wisata Segera Dibuka
Bupati Maros HM Hatta Rahman menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan new normal sesuai dengan peraturan yang diterapkan pemerintah pusat.
“Kita akan siapkan surat edaran protokol covid sesuai edaran Menkes dan Mendagri. Jika berdasarkan surat edaran itu seluruh pusat ekonomi sudah bisa dibuka, maka akan kami buka. Tapi tentu harus mengikuti aturan baru yang dilakukan. Seperti warga diminta untuk menaati prokol covid 19, cuci tangan, lakukan physical distancing dan menggunakan masker di tempat umum,” ujar Hatta, kemarin.
Saat ini, kata Hatta, warga Maros sudah mulai terbiasa menerapkan protokol covid dengan menggunakan masker. “Yang kita harapkan dari new normal ya itu tadi, memulai. Tapi dengan protokol kesehatan. Karena itu kita lihat di mana dulu yang dibolehkan untuk dibuka. Kita juga ingin melihat bagaimana Makassar menerapkan new normal ini,” ujarnya.
Hatta menyebut, di Kabupaten Maros, pasien positif covid-19 sudah banyak yang telah dinyatakan sembuh. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas-puskesmas di zona merah. Kami dapat kabar kalau saat ini jumlah pasien yang sembuh sudah mencapai 35 orang. Ini sudah lebih 50 persen angkanya. Jadi kita tetap optimis kalau Maros bisa terbebas dari covid,” tandasnya.
Kepala Bagian Protokol Pemkab Maros Hj Darmawati Sukiman, mengatakan dalam dua hari terakhir pemkab melakukan sosialisasi terkait rencana pemerintah pemberlakuan kenormalan baru normal sesuai dengan peraturan yang diterapkan pemerintah pusat.
“Kami sudah dua hari ini kami melakukan sosialisai terkait new normal yang akan diterapkan pemerintah pusat,” ujar Darmawati.
Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Yusriadi menambahkan, terkait pemberlakuan new normal tersebut, pihaknya juga akan mulai secara perlahan-lahan membuka sejumlah lokasi pariwisata di Maros. Di antaranya Rammang-rammang dan Bantimurung. Pihaknya tinggal menunggu perbub tentang new normal.
“Kita memang sudah tutup sejak dua bulan lalu. Sejak pertama kali dilakukannya pelarangan orang berkumpul. Dengan kondisi seperti itu otomatis, sekitar 180 pedagang di Bantimurung tidak lagi menjual. Banyak dari mereka yang mulai berkeinginan untuk menjual kembali, karena modal mereka sudah habis selama tidak lagi bekerja,” terangnya. (rhm-sar-ari/c)

