INNALILLAHI wainna ilaihi rojiun. Awan duka kembali menyelimuti Sulsel. Seorang pamong senior telah berpulang.
MANTAN Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel HA Muallim mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu (6/6) pukul 19.30 Wita di Rumah Sakit Mitra Husada, Makassar. Ia menderita penyakit jantung.
Jenazah almarhum selanjutnya disemayamkan di rumah duka Jalan Beringin, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Silih berganti pejabat, kerabat, serta masyarakat umum datang untuk melayat. Ucapan belasungkawa pun mengalir untuk pria kelahiran Bone, 67 tahun silam ini.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dan Ketua TP-PKK Sulsel Liesty F Nurdin, melayat ke rumah duka, kemarin pagi. Nurdin mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Andi Muallim. Menurut dia, Muallim adalah sosok pamong pemerintah yang luar biasa saat menjabat sekprov Sulsel.
“Kita semua merasa sangat kehilangan atas wafatnya almarhum Andi Muallim. Beliau adalah sosok pamong senior yang luar biasa,” ujar Nurdin.
Atas nama Pemprov Sulsel, Nurdin Abdullah mengucapkan rasa turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum.
“Semoga beliau husnul khatimah, mendapat tempat yang baik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ucapnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Yusran Jusuf bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Andi Masniawati, juga melayat ke rumah duka. Ketika sampai, Yusran bersama istri langsung menuju ruang tamu tempat jenazah almarhum disemayamkan. Keduanya lalu memanjatkan doa untuk almarhum.
“Saya mewakili Pemerintah Kota Makassar turut berduka atas berpulangnya HA Muallim. Semoga beliau husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt,” ujar Yusran kepada keluarga almarhum.
Menurut dia, Sulsel telah kehilangan seorang tokoh dan birokrat sejati.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Wabup Abdul Rauf Malaganni juga datang melayat. Rumah pribadi almarhum berada tak jauh dari rujab bupati.
Adnan tiba di rumah duka sekitar pukul 09.30 Wita, bersamaan ketika jenazah Andi Muallim dimandikan. Ia pun menyampaikan dukacita dan belasungkawa kepada keluarga almarhum, yang pernah menjabat sebagai sekretaris kabupaten (Sekkab) Gowa di era pemerintahan Syahrul Yasin Limpo sebagai bupati.
Kepada istri almarhum, Adnan menyampaikan dukacitanya. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa menyampaikan belasungkawa kepada almarhum dan duka cita mendalam atas beliau. Pak Andi Muallim adalah sosok yang cukup tegas dan disiplin, namun beliau sangat ramah dan suka membimbing. Semoga amal ibadah beliau mendapat diterima oleh Allah Swt,” kata Adnan yang hanya sekitar 20 menit di rumah duka.
Sebelum meninggalkan halaman kediaman pribadi almarhum Andi Muallim, Adnan bertemu dengan Wagub Sulsel Andi Sudirman yang baru tiba. Berbincang sejenak dengan wagub, bupati kemudian pamit menuju Kabupaten Maros.
Sebelumnya, pada pukul 08.00 Wita, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni datang ke rumah duka. Ia datang bersamaan dengan ketibaan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Kedua pejabat ini sempat berbincang membahas berbagai hal. termasuk kondisi pandemi di Gowa.
Namun pembicaraan di antara keduanya tidak pula berlangsung lama. Sebab Abd Rauf yang juga ketua PMI Gowa segera meninggalkan rumah duka untuk memantau kegiatan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Gowa pada hari kedua.
Sejak purna bakti di tahun 2013 silam dengan jabatan terakhir sebagai sekprov, Andi Muallim jarang muncul di hadapan publik. Dia lebih banyak mengurus kebun. Termasuk Masjid Muallim di depan rumahnya, serta sekolah yang bernaung di bawah yayasan Al Muallim yang dibentuknya.
Muallim terlahir dari orangtua Andi Mattangkilang-Hj Ramlah. Dari pasangannya Andi Murlina yang dinikahi 1981, almarhum dikaruniai tiga buah hati. Masing-masing Andi Rio Perdana, Andi Amalia Putri Adytia, dan Andi Muhammad Tri Putra Pangerang. (rhm-nug-sar)

