pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jangan Berpikir Macam-macam Kala Divonis Positif

TIDAK dipungkiri bahwa covid-19 telah memunculkan rasa was-was dan kekhawatiran berlebih di tengah masyarakat. Padahal, mereka yang terpapar penyakit akibat virus corona ini dapat disembuhkan. Jumlah mereka yang telah sembuh tidaklah sedikit. Ustas Sentot Abu Thoriq salah satunya.

DENGAN mengenakan masker, Abu Thoriq bertandang ke kantor Harian Berita Kota Makassar, Senin pagi (8/6). Ini pertama kalinya ia datang setelah dirinya dinyatakan sembuh dari covid-19. Kondisinya telah bugar kembali. Bobot tubuhnya tak ada perubahan berarti. Masih seperti sebelumnya.
Aktivis Front Pembela Islam (FPI) ini memang sering datang ke BKM sebelum menjalani isolasi di rumah sakit. Namun, lima hari sebelum memasuki bulan ramadan 1414 Hijriyah, ia dikabarkan masuk rumah sakit. Informasi itu mendapat kepastian ketika BKM menghubunginya secara langsung melalui sambungan telepon selular.
Kesembuhan pun diperolehnya dua hari menjelang hari raya Idul Fitri. Bahkan dalam kapasitasnya sebagai ustas, ia hadir memberikan ceramah di depan jamaah salat id pada sebuah masjid di Kota Makassar, 24 Mei lalu.
Secara gamblang, Abu Thoriq bercerita tentang dirinya yang pada akhirnya divonis posifit terpapar covid-19. Berawal dari ramainya pelaksanaan ijtima yang berlangsung di Kabupaten Gowa. Sebagai orang yang ambil bagian dalam perhelatan itu, Abu Thoriq kemudian berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan. Ia pun mendatangi Rumah Sakit Pelamonia. Hasilnya negatif kala itu.
Selanjutnya, ia melakukan aktivitas seperti biasa. Kegiatannya dari masjid, rumah dan kantor.
Sekitar 10 hari berselang, saat berada di masjid, ia merasakan tubuhnya panas. Bangun susah. Demikian pula untuk menunaikan salat.
Tiga hari mengalami kondisi itu, Abu Thoriq kemudian memeriksan dirinya ke puskesmas. Dari hasil pemeriksaan medis, ia didiagnosa terserang DBD (demam berdarah dengue).
Seorang karibnya yang berprofesi sebagai dokter lalu dihubunginya. Oleh dia, Abu Thoriq langsung diarahkan ke Rumah Sakit Dadi. Selanjutnya dia pun diminta untuk menjalani perawatan di RS tersebut.
Awalnya, Abu Thoriq ditempatkan di sebuah kamar yang dihuni tujuh orang pasien. Sebagian di antaranya sudah ada yang dinyatakan positif covid-19.
Seminggu kemudian, barulah keluar hasil pemeriksaan swab pertama. Abu Thoriq dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dia pun dipindahkan ke kamar lain yang dihuni empat orang.
”Tiga hari di awal setelah dinyatakan positif, sakitnya luar biasa. Untuk salat saja, saya hanya bisa tayammum. Tidak bisa berwudhu. Begitu kepala menyentuh bantal, langsung batuk. Gejala yang saya alami yaitu batuk kering. Kalau gejala lainnya tidak ada. Tidak sesak napas juga,” terangnya.
Empat hari menjalani situasi ini, kondisi Abu Thoriq mulai membaik. ”Selama pengobatan saya diberi multivitamin, antibiotika, dan obat untuk diabet. Karena saya memang ada penyakit diabet,” tuturnya.
Karena harus berjuang menghadapi penyakit yang dideritanya, Abu Thoriq terpaksa tidak menunaikan ibadah puasa selama 14 hari. Selebihnya ia laksanakan, setelah kondisinya membaik.
Ditanya bagaimana perasaannya ketika divonis positif covid-19 kala itu? ”Jangan pernah berpikir macam-macam tentang penyakit ini. Saya berserah diri kepada Tuhan dan mengonsumsi obat yang diberikan tim medis. Mereka telah memberikan pengobatan dan perawatan yang terbaik untuk saya. Karenanya, begitu hendak meninggal rumah sakit setelah dinyatakan sembuh, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada mereka,” terang Abu Thoriq. (*/rus)



×


Jangan Berpikir Macam-macam Kala Divonis Positif

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar