TERKAIT balon yang berpeluang terpental dari kancah pilwali Makassar, mendapat tanggapan dari sejumlah pengamat politik.
Dr Firdaus Muhammad dari UIN Alauddin Makassar, meyakini jika jumlah pasangan calon yang akan bertarung sebanyak tiga pasang.
Hal itu karena ketiganya condong sudah aman. Mereka adalah Danny, None dan Deng Ical.
“Soal koalisi sudah hampir final. Ketika ada partai keluar koalisi bakal tidak maju kalau tidak cukup 10 kursi pengusungnya. Belum sepenuhnya dijamin, tapi ketika partai bergeser justru merugikan partai itu sendiri. Sulit bangun ulang koalisi karena risiko tadi,” jelas Firdaus, kemarin.
Dekan Ilmu Sosial dan Politik Unibos Dr Arief Wicaksono memberi gambaran berbeda. “Menurut saya harus kita cermati juga track recordnya para balon ini, dengan partai politik. Karena hubungan komunikasi politik balon yang baik dengan parpol pun, belum tentu akan ditunggu oleh parpol. Apalagi balon yang track recordnya kurang baik. Kesamaan kepentingan dan visi saja tidak cukup. Apalagi kalau hanya sekadar berwacana di media. Kita bisa lihat bahwa ada banyak kejadian yang bisa menegaskan hal itu,” jelas Arief.
Menurutnya, track record dalam hal ini mencakup hubungan komunikasi secara kelembagaan, maupun secara individu sebagai elite politik dalam berbagai levelnya.
Soal balon yang memiliki peluang menang, dosen politik Unhas Dr Andi Haris menjagokan Danny. “Saya kira Danny Pomanto masih termasuk salah satu calon kuat untuk memimpin Makassar. Meski begitu, bukan berarti bahwa calon lain tidak memiliki peluang. Semua bergantung dari lobi partai dan calon,” jelas Andi Haris. (rif)
Pengamat: Partai Kesulitan Jika Bergeser
×

