SIDRAP, BKM — Ada satu jenis tanaman baru yang mulai mendapat tempat di kalangan petani Sulsel saat ini. Namanya porang. Sebagian orang telah membudidayakannya. Salah satunya di Kabupaten Sidrap.
Petani di Bumi Nene’ Mallomo melirik tanaman jenis umbi-umbian ini, karena potensi ekonominya yang diklaim cukup menjanjikan. Sejak setahun terakhir, porang mulai menanamnya. Adalah H Syaharuddin Alrif yang memperkenalkannya kepada petani.
Porang termasuk tumbuhan bermarga Amorphophallus. Secara penampilan, tanaman ini tumbuh dengan tangkai tunggal. Batangnya bercorak belang-belang hijau-putih. Tangkai kemudian menjulurkan cabang-cabang sebagai tangkai daun.
Porang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan penyangga, di antaranya pohon jati. Tanaman ini ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Umbi yang tertanam di dasar tungkai yang bisa diproduksi dan diolah menjadi produk kesehatan dan kecantikan.
Potensi porang dibudidayakan juga mulai diminati daerah tetangga Kabupaten Sidrap, yakni Enrekang. Seringkali Bupati Enrekang H Muslimin Bando dan Wabup Asman diajak studi ke lokasi budidaya tanaman porang seluas 2 hektare di Bendoro Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap.
Di lokasi budidaya porang tersebut, para petani yang dibina sebagai kelompok Tani Porang Milineal berlomba-lomba membudidayakannya. Bagi mereka, porang adalah tanaman dengan potensi pasar yang menjanjikan.
Apalagi, Syaharuddin Alrif yang juga wakil ketua DPRD Sulsel ini menjamin pangsa pasar bagi hasil produksi petani dalam memasarkannya. Hal itu terlihat saat panen perdana tanaman porang yang dilaksanakan, Rabu (15/7). Hadir bersama Syahar, yakni Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian RI Amiruddin Pohan, serta dan Kasi Intensifikasi Ubi Kayu dan Aneka Umbi Lilis Suryani.
Hadir pula Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sidrap Azis Damis, Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf JP Situmorang, anggota DPRD Fraksi NasDem Makassar Suyuti, anggota DPRD Sidrap Hj Kartini, dan kepala desa setempat.
Direktur Akabi Kementan RI Amiruddin, sangat mengapresiasi usaha pembudidayaan tanaman umbi hutan jenis porang yang diinisiasi Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif. Menurutnya, tanaman porang ini, apabila dikelola dengan baik, ia yakni dan optimis akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Terutama di tengah pandemi covid 19. ”Karena itu, budidaya yang diinisiasi Pak Syahar ini patut dan layak dijadikan percontohan,” ujarnya.
Kadis Pertanian Sidrap Azis Damis, mengapresiasi langkah Syahar yang ikut peduli dan mau mengurus pertanian yang dapat merangsang dan memotivasi masyarakat petani agar terus produktif.
Di tempat yang sama, Syahar menyarankan dan mengajak kelompok tani dan pekebun untuk mengembangkan budidaya tanaman umbi porang, sejenis umbi hutan yang dapat dijadikan bahan makanan dan kosmetik.
“Tanaman umbi porang ini, prospeknya sangat menjanjikan. Dapat menghasilkan Rp990 juta per hektare. Inisiasi yang saya lakukan ini sebagai upaya untuk mengubah paradigma petani di Sulsel,” jelas Syahar di sela-sela panen perdana.
Sukses dengan panen membanggakan itu, H Syahar, sapaan akrab ayah tiga anak putra putri ini mulai mendorong desa lainnya untuk melakukan budidaya porang. Ia kemudian merangkul sejumlah kepala desa di Sidrap. Seperti kepala Desa Buae, Cipotakari, serta Wanio Timoreng untuk tidak ragu mengampanyekan budidaya tanaman ini di wilayahnya masing-masing.
Syahar ingin mewujudkan Kabupaten Sidrap selain sebagai lumbung penyanggah pangan nasional, juga sebagai daerah penghasil tanaman porang terbesar di luar pulau Jawa.
“Jika petani kita benar-benar serius ingin berkebun tanaman porang, saya pribadi siap memfasilitasi, mulai dari bibit hingga pemasaran,” tandasnya.
Syahar optimis, potensi porang di wilayah Sidrap dan daerah sekitarnya cocok untuk jadi lokasi pengembangan. “Tentu kita dorong petani. Kita harap para petani memproses porang hingga menjadi tepung sehingga harga jualnya tinggi,” tandasnya. (ady/c)

