UNTUK sementara dukungan kepada bakal calon pengganti HAM Nurdin Halid (NH) sebagai ketua Golkar Sulsel semakin mengerucut pada tiga hingga empat orang. Mereka adalah Supriansa, Hamka B Kady, Syamsuddin A Hamid dan Taufan Pawe.
Informasi yang dikumpulkan koran ini dari berbagai sumber memberikan analisa jika Supriansa diinginkan tujuh hingga 11 ketua DPD II. Masing-masing Iskandar Zulkarnain Z Latif dari Sinjai, Hoist Bachtiar dari Gowa, Andi Fahsar Padjalangi dari Bone, Andi Kaswadi Razak dari Soppeng, Viktor Datuan Batara dari Tana Toraja, Iksan Iskandar dari Jeneponto, Dedi palimbong dari Toraja Utara.
Sementara yang tidak menutup kemungkinan juga ikut bergabung yakni Muslimin Bando dari Enrekang, Darwis Bastama dari Pinrang, Muhammad Fauzi dari Luwu Utara serta Taufan Pawe dari Parepare.
Sementara itu, para ketua DPD II yang kecenderungannya mendukung Hamka B Kady, Syamsuddin Hamid atau Taufan Pawe yakni Farouk M Betta dari Makassar, Arfandi Idris dari Bantaeng, Andi Hamzah Pangki dari Bulukumba, Basli Ali dari Selayar, Andi dari Maros, Syamsuddin Hamid dari Pangkep, Andi Muhammad Rum dari Barru, Patahuddin dari Luwu, Zulkifli Zain dari Sidrap, Thoriq Husler dari Luwu Timur, Andi Tuty dari Palopo dan Andi Burhanuddin dari Wajo.
Ketua DPD II Golkar Parepare HM Taufan Pawe (TP) mengatakan, Glkar yang ada sekarang ini masih tetap menjadi pemenang di Sulsel. “Tapi kita ingin ada lompatan-lompatan yang cukup berat, karena kita akan menghadapi pilkada 2020. Kita akan menghadapi pemilihan-pemilihan serentak berikutnya. Jadi memang harus terpikirkan dari sekarang,” ujar wali kota Parepare dua periode ini.
Sementara untuk persyaratan dukungan awal 30 persen, TP juga sangat optimis dengan kemampuan masing-masing sembilan calon ketua DPD II Golkar Sulsel bisa memengaruhi pemilik suara.
“Terkait dukungan 30 persen karena itu normatif, maka tidak ada pilihan lain, para calon harus punya kemampuan meyakinkan para pemilik suara untuk memberikan dukungan kepada dirinya. 30 persen bukan jumlah yang sedikit, dari 30 suara yang diperebutkan. Kalau 30 persen berarti harus mendapatkan sembilan suara,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, persaingan untuk mendapatkan kursi empuk di Golkar Sulsel tentunya bersaing dengan menawarkan konsep demi meyakinkan pemilik suara.
“Saya rasa kandidat yang ada ini, semua punya kapasitas dan kemampuan yang tidak diragukan. Tinggal mungkin nantinya bagaimana aduh konsep visi, misi, asa ke depan, melihat seperti apa calon ketua DPD I partai Golkar itu punya leadership, srrong leader untuk mengantar partai Golkar ini jauh lebih baik,” kuncinya. (mup/c)
Mengerucut Empat Nama
×

