SOPPENG, BKM — Minggu pagi menjelang siang (26/7). Kira-kira pukul 10.00 Wita. Delapan orang naik pada sebuah perahu di pinggir Danau Tempe, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa.
Tak lama berselang, perahu bergerak.
Kurang lebih 100 meter perjalanan, salah satu dari penumpang menjulurkan kakinya keluar dari perahu. Akibatnya, air masuk ke hingga menyebabkan perahu terbalik. Semua penumpang yang mengendalikan perahu langsung masuk ke dalam danau. Karena kejadian itu, tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya berhasil diselamatkan.
Mereka yang meninggal, yakni Rahmat Hidayat (17) seorang pelajar SMA, Andi Dede Hardiyah Anugrah (26), dan Muhammad Rizaldi (23), seorang guru honorer. Semuanya berlamat di Panci, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa.
Sementara yang selamat Burhanuddin (23) bekerja sebagai Satpol PP, Ahmad Firdiyan (12) seorang murid SD, dan Anca Setiawan (12) pelajar SMP. Ketiganya beralamat di Panci, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa. Satu lainnya adalah Jumadi (20), berprofesi sebagai nelayan. Termasuk pengemudi perahu bernama Jumaldi.
Rasidi, orangtua Rahmat Hidayat yang ditemui di lokasi kejadian, kemarin menuturkan, pada Sabtu malam (18/7), anaknya itu meminta kepada ibunya untuk dimasakkan nasi dua liter. Nasi tersebut dibungkus untuk dibawa ke danau untuk dimakan bersama teman-temannya.
”Pagi-pagi ibunya bangun masak. Waktu itu saya sempat larang untuk pergi ke danau, karena dia tidak makan ikan. Tapi bilangnya mau pergi naik perahu,” ungkap Rasidi dengan nada sedih.
Tak lama setelah sang anak berangkat ke danau, Rasidi mendapat telepon. Ia diinformasikan bahwa perahu yang ditumpangi Dayat –panggilan akrab Rahmat Hidayat– tenggelam di danau. ”Saya langsung turun ke danau,” tuturnya sambil mengusap air mata.
Pencarian pun dilakukan tim SAR bersama masyarakat dibantu polisi dan TNI. Tiga orang korban ditemukan dalam keadaan tidak beryawa.
Jufri, seorang nelayan asal Toddangsaloe yang ditemui BKM, mengatakan dirinya sempat melihat ada ada lambaian tangan dari kejauhan. Saat itu juga dia langsung menuju ke lokasi. Di sana dia langsung menyelamatkan lima orang. Mereka kemudian dibawa ke daratan.
Menurut Jufri, salah seorang dari lima yang ia selamatkan, awalnya hanya terlihat rambutnya. Dia adalah Anca Setiawan. Sementara satu lainnya sempat berenang menuju pohon lontar.
Ditemui di lokasi, Nurdin yang pertama menemukan ketiga korban meninggal, mengatakan mereka berada di bawah tempat perahu tenggelam.
Hal senada disampaikan Jumaldi. ”Memang, itu yang tiga tidak pernah saya lihat sejak perahu terbalik,” ujar Jumaldi yang membawa perahu saat kejadian.
Kapolsek Marioriawa AKP Syamsuddin membenarkan kejadian tersebut. ”Ada delapan orang yang berada di atas perahu saat kejadian. Tiga orang meninggal dunia, lima lainnya berhasil diselamatkan,” ujarnya, kemarin.
Para korban yang meninggal dunia masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya pemakaman akan dilaksanakan hari ini, Senin (27/7) karena masih menunggu kedatangan keluarganya. (ono/b)
Sebelum Meninggal, Minta Ibu Masak Dua Liter
Perahu Tenggelam di Danau Tempe, Pelajar dan Guru Honorer Meninggal
×

