MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah dijadwalkan akan menunaikan salat Idul Adha di Kabupaten Jeneponto, Jumat (31/7). Di Bumi Turatea, Nurdin akan menyaksikan pemotongan hewan kurban berupa sapi seberat satu ton lebih milik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
“Tahun lalu di Makassar. Tahun ini kita kasih ke Jeneponto. Sapinya satu ton lebih. Tentu saya harus lebaran disana,” ungkap Nurdin Abdullah di rumah jabatannya.
Ia menjelaskan, sapi kurban Presiden Jokowi tahun ini didapatkan Kabupaten Jeneponto, sementara tahun lalu di Makassar. Tahun-tahun selanjutnya akan diberikan kepada daerah lainnya.
“Kita bagi. Tahun ini di sana (Jeneponto), tahun depan di mana lagi,” ungkapnya.
Untuk sapi kurban gubernur sendiri sebanyak lima ekor sapi unggulan dari Sulsel sendiri, dan akan dipotong di daerah-daerah pinggiran di Kota Makassar dan di rujab gubernur.
“Saya juga akan melakukan kurban di rujab. Saya beli beberapa ekor sapi. Kita bagi. Yang penting bisa menikmati lebaran. Untuk sapi kita punya banyak sapi unggulan di Sulsel,” pungkasnya.
Rudy di Rumah
Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin bersama keluarga, menurut rencana akan menunaikan salat Idul Adha di rumah saja. Orang nomor satu Kota Makassar itu sengaja melaksanakan salat sunnah lebaran itu di kediamannya sebagai salah satu bentuk ketaatan pada penerapan protokol kesehatan.
Dalam aturan tersebut, diminta warga menerapkan social dan physical distancing, yakni jaga jarak dengan orang lain, dan menghindari kerumunan.
“Melihat kondisi saat ini, di mana Makassar masih status pandemi, saya dan keluarga akan salat Idul Adha di rumah saja,” ungkapnya di Posko Gugus Tugas Covid-19, Senin (27/7).
Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan jelang dan saat Hari Raya Idul Adha. Karena mobilitas masyarakat akan meningkat. Khususnya pada H minus satu, dan ada hari H dimana masyarakat melaksanakan salat Id serta penyembelihan hewan kurban.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar Aswis Badwi mengatakan, informasi sementara, Pj Wali Kota Makassar akan menunaikan salat Id di rumah saja. “Tapi itu masih tentatif ya. Beliau masih merencanakan salat Id di rumah,” ungkap Aswis.
Lebih jauh dia mengemukakan, terkait jumlah hewan kurban yang akan disembelih di Kota Makassar, hingga saat ini belum ada rekapan akhir. Sebab laporan dari kecamatan dan OPD belum masuk secara keseluruhan.
“Kami masih tunggu rekap dari kecamatan dan seluruh OPD. Belum bisa dipastikan berapa hewan kurban yang akan disembelih,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, Pemkot Makassar juga sudah mengeluarkan aturan dan tata cara penyembelihan hewan kurban di masa pandemi covid-19 ini.
Surat edaran Nomor 003.02/1171/kesra/VII/2020 ada tujuh aturan yang harus dipatuhi dalam penyelenggaraan salat Idul Adha. Di, antaranya penyelenggaraan salat Idul Adha dilakukan di masjid dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Jamaah diminta membawa sajadah dan alat salat masing-masing. Mengenakan masker sejak keluar rumah hingga selesai salat. Mmenjaga kebersihan tangan dengan mencuci pakai sabun atau hand sanitizer. Juga menghindari kontak fisik dan berpelukan, serta menjaga jarak jamaah minimal satu meter. Diminta untuk tidak menyertakan anak-anak maupun lansia dalam pelaksanaan salat Id.
Sementara prosedur penyembelihan dan pembagian hewan kurban, dilakukan di lokasi yang memungkinkan dilakukan social dan physical distancing. Hanya dihadiri oleh panitia dan orang yang berkurban. Pengaturan jarak dilakukan mulai dari pemotongan hingga pengemasan hewan kurban. Pembagian hewan kurban dilakukan oleh panitia dengan mendatangi rumah mustahik atau penerima daging kurban.
Seluruh camat dan aparatnya, serta OPD diminta melakukan pengawasan, melaporkan, dan memonitor lokasi masjid yang melaksanakan salat Id dan penyembelihan hewan kurban.
Rudianto Potong Seekor Sapi
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Rudianto Lallo rencananya akan menyembeli satu ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha mendatang. Hewan kurban tersebut akan disembeli di rumah jabatannya di Jalan Hertasning, Makassar.
“Insyaallah satu di sini (rujab DPRD Makassar). Saya kurban satu ekor sapi. Dagingnya nanti dibagikan ke masyarakat dan beberapa petugas kebersihan,” ucapnya, Senin (27/7).
Penyembelihan hewan kurban itu, rencananya dilaksanakan usai salat Idul Adha. Rudi dijadwalkan melaksanakan salat Id bersama pj wali kota Makassar.
“Rencanaya begitu. Kalau tidak ada halangan sesuai protokol kesehatan saya bersama Pak Pj Wali Kota. Tapi belum tahu ini pastinya,” ujarnya.
Namun, menurutnya, di tengah kondisi wabah virus corona dan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil, merayakan hari raya kurban dinilai momen yang baik untuk saling berbagi, melatih kepekaan, empati, dan mengikis kebencian di hati.
“Saya berharap semoga Idul Adha tahun ini lebih berkah ibadah kita kepada Sang Pencipta. Dengan pemotongan hewan kurban kita bisa saling berbagi dengan masyarakat,” tandasnya. (nug-rhm-ita)

