GOWA, BKM — Kabar baik bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Gowa. Penyebaran covid-19 berhasil ditekan, yang ditandai dengan kasus positif terus melandai.
Di awal mulai merebak pertama kali di pada Maret 2020 lalu, setiap harinya pertambahan positif corona di Kabupaten Gowa berada pada kisaran 15 sampai 20 orang. Namun sekarang di bulan keenam pandemi, tepatnya Agustus 2020, tercatat ada kurang lebih lima orang yang terkonfirmasi positif.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Gowa dr Gaffar, mengakui adanya trend penurunan kasus setiap harinya. Bahkan, dr Gaffar yang juga adalah penanggung jawab Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, menyebut ada selang waktu dua hari tidak ada penambahan kasus sama sekali.
“Kita tentu patut syukuri kondisi yang ada saat ini, bahwa covid-19 di Gowa mulai melandai,” kata dr Gaffar sebelum melakukan talkshow terkait percepatan penanganan covid-19 yang dilakukan PMI Gowa di Studio Outdoor Radio Rewako 100.4 FM, Gowa, Kamis (13/8).
Melandainya kasus covid-19 saat ini, tambah dr Gaffar, berkat gerakan Sejuta Masker yang dicanangkan Pemkab Gowa.
” Sebelum adanya gerakan Sejuta Masker, pertambahan positif covid-19 setiap harinya berada pada kisaran 15 orang sampai dengan 20 orang. Sekarang ini paling banter lima orang saja per harinya,” kata dr Gaffar.
Dijelaskannya, berdasarkan hasil kajian Universitas Hasanuddin pada Juli lalu, mereka yang terpapar covid-19 di Gowa sebenarnya sudah berada di posisi 1.000 orang lebih. Namun hingga Agustus ini baru 879 orang yang terkonfirmasi.
Ini artinya, kata dr Gaffar, sejak dilakukan gerakan Sejuta Masker, masyarakat Gowa mampu menekan perkembangan covid-19 di daerah. Pelaksanaan gerakan yang diinisiasi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dinilai berhasil, karena mampu menahan laju perkembangan covid-19. Ini terlihat dari data yang dirilis setiap harinya, pertambahan covid-19 mengalami penurunan.
Dokter yang berpenampilan sederhana ini menambahkan, selain gerakan Sejuta Masker, masyarakat pun mulai beradaptasi dengan kondisi pandemi. Seperti rajin mencuci tangan, jaga jarak, meski masih ada segelintir di antaranya yang tetap membandel.
“Kuncinya adalah kedisplinan kita dalam menggunakan masker. Semoga dengan disiplinnya masyarakat akan protokol kesehatan ini makin menurunkan tingkat persebaran covid-19,” ujar dr Gaffar.
Terpisah, Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola terus menggenjot edukasi ke masyarakat melalui berbagai satuan dalam jajarannya. Bukan hanya melalui satuan lalu lintas dengan edukasi langsung ke pengguna jalan, tapi juga melalui Satuan Sabhara yang rutin memberikan edukasi kepada masyarakat melalui aktivitas patrolinya.
“Kita berharap penyebaran virus corona ini bisa segera terputus dengan kedisiplinan diri sendiri. Pakailah masker setiap kali bepergian atau berada di tempat banyak orang. Jaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain. Jangan bersentuhan dengan orang lain. Jika tak sengaja bersentuhan, segera bersihkan tangan atau badan dengan disinfeksi, handsanitizer atau mencuci tangan dengan menggunakan sabun,” kata kapolres. (sar)

