MAKASSAR, BKM — Dinihari di Jalan Barukang, Makassar. Hari sudah berganti dari Sabtu (29/8) ke Minggu (30/8). Suasana cukup lengang.
Seorang anggota kepolisian dari Polres Pelabuhan Makassar bernama Bripka Usman tengah melakukan pengembangan kasus. Diantar oleh seseorang, ia berada di lokasi guna mencari terduga pelaku kasus pengeroyokan bernama Namus.
Tak disangka, ketika itu Bripka Usman yang mengenakan baju biasa bertemu dengan sekelompok pemuda. Ternyata mereka tengah menikmati minuman keras dan mabuk.
Bripka Usman sempat bertanya ke remaja itu tentang keberadaan rumah Namus. Namun bukan alamat yang diberikan. Sebaliknya, mereka langsung menyerang Bripka Usman.
Karena ada perlawanan dari warga yang tengah berkumpul, Bripka Usman kemudian mencoba memperlihatkan kartu tanda anggota (KTA) untuk membuktikan bahwa dia polisi. Bukannya berhenti menyerang, beberapa orang malah memukul Bripka Usman dari belakang lalu mengeroyoknya.
Tak sampai di situ. Di antara pelaku ada yang meneriaki Bripka Usman pencuri. Teriakan itu kontan memancing warga lain untuk berdatangan.
Di tengah kerumunan dan dikepung massa, Bripka Usman berusaha melarikan diri. Beruntung, di kala kondisi genting, tim patroli kepolisian tiba di lokasi kejadian. Bripka Usman langsung diselamatkan dari kepungan warga.
Namun, upaya tersebut tak berjalan mulus. Karena warga tidak begitu saja mau melepaskan Bripka Usman. Polisi pun terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata guna membubarkan kerumunan. Bripka Usman berhasil dievakuasi dan langsung diamankan ke Mapolres Pelabuhan.
Kapolres Pelabuhan AKBP Kadarislam Kasim, membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi BKM, Minggu (30/8). Ia menerangkan kalau anggotanya menjadi sasaran pengeroyokan namun berhasil diselamatkan.
”Setelah diamankan di kantor, dia (Bripka Usman) kembali ke lokasi untuk mencari motornya yang tertinggal. Tapi sudah tidak ada,” terang AKBP Kadarislam.
Di lokasi itu, Bripka Usman bertemu lagi dengan orang-orang yang semula mengeroyoknya. Dalam kondisi terdesak, ia berusaha melepaskan tembakan ke atas dan bawah.
”Kembali anggota kami ini dikejar lalu berusaha menyelamatkan diri. Karena terdesak, dia lalu keluarkan tembakan ke atas. Tapi massa masih maju sehingga dia menembak ke bawah. Saat itulah sepertinya ada yang tertembak di kaki. Soal korban yang luka di bagian kepala, kemungkinan sementara karena tembakan gas air mata. Tapi kami masih dalami semua,” ujar Kapolres.
Tercatat ada tiga orang pemuda yang terluka dalam peristiwa ini. Masing-masing-masing Anjas (23), Iqbal (22), dan Ammar (18). Ketiganya pun langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.
Namun, pada pukul 16.10 Wita, Minggu (30/8), Anjas yang sempat dirawat di RS Bhayangkara dinyatakan meninggal dunia. Hal itu pun dibenarkan oleh kapolres.
Orangtua Anjas, mengaku pada saat kejadian dirinya mendengar suara tembakan berulang kali. Ketika keluar rumah ia melihat anaknya telah dibawa polisi ke rumah sakit.
Menyusul peristiwa ini, Bripka Usman telah diamankan di Propam Polres Pelabuhan untuk menjalani pemeriksaan dan mendalami keterangannya. (jul)

