MAKASSAR, BKM — Inovasi terus bermunculan di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Salah satunya pada daun kelor, yang selama ini dikenal sebagai sayuran yang bisa meminimalisir penularan virus corona. Daun tersebut diracik menjadi teh untuk dikonsumsi.
NAMANYA Hj Sakkatang. Ia berprofesi sebagai guru di SMK 2 Maros. Sudah tiga tahun lamanya ibu rumah tangga ini mengonsumsi teh daun kelor. Sekaligus memproduksinya, lalu dijual terbatas ke sesama rekannya. Media sosial digunakannya untuk melakukan penawaran.
Menurutnya, mengonsumsi teh daun kelor sangatlah bermanfaat. Apalagi di usianya yang kini sudah tak muda lagi.
”Menikmati minuman herbal teh daun kelor sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Selain itu, tidak memiliki efek samping. Makanya, saya lebih memiliki tanaman herbal sebagai media pengobatan dibanding obat-obatan yang memiliki kandungan efek samping,” terang Hj Sakkatang, Kamis (17/9).
Sebelumnya, Hj Sakkatang menikmati beberapa jenis herbal. Mulai dari teh jamur merah, teh dari rempah-rempah, dan beberapa racikan lainnya. Terakhir teh daun kelor.
Tanaman herbal diperoleh Hj Sakkatang dengan harga yang tidak murah. Untuk jenis teh herbal jamur merah saja, dibelinya dengan harga Rp300 ribu per 10 kantong celup.
Hingga akhirnya ia menemukan jenis herbal berbentuk teh yang terbuat dari daun kelor. Ia memilih mengonsumsi teh daun kelor ini, selain karena harganya yang tergolong murah, juga mudah didapat. Dari sisi manfaat, Hj Sakkatang mengaku sangat merasakannya.
”Selama tiga tahun terakhir saya sudah banyak mengonsumsi obat-obatan herbal. Mulai teh herbal dari jamur merah sampai teh daun kelor. Di antara semua yang pernah saya konsumsi, teh dari daun kelor yang saya paling saya rasakan manfaatnya. Tubuh saya terasa santai. Tidak mudah lelah,” ungkap Hj Sakkatang.
Berangkat dari kebiasaannya itulah, hingga akhirnya Hj Sakkatang berinisiatif meracik sendiri teh daun kelor. Sebab diakui, cara membuatnya sangat mudah.
”Pilih daun kelor yang sudah cukup tua. Setelah itu dijemur di bawah terik matahari sampai betul-betul kering. Selanjutnya disimpan dalam kemasan. Ini bisa bertahan sampai berbulan-bulan,” terangnya.
Selain sebagai seorang guru, Hj Sakkatang juga bergelut di bisnis multi level marketing (MLM). Sering mengikuti seminar yang dilaksanakan MLM tempatnya berkecimpung, ia banyak belajar tentang keistimewaan daun kelor.
“Saya belajar dari seminar kesehatan MLM. Dari situ saya tertarik mengonsumsi obat herbal. Saya pilih teh daun kelor, karena sangat cocok untuk kaum perempuan hawa yang ingin mencerahkan kulitnya. Ini juga sangat cocok bagi orang dengan riwayat tekanan darah, serta mencegah stroke,” jelas Hj Sakkatang. (rul)

