pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

HMI Desak Kejari Tangkap Seluruh Oknum Terlibat

Lanjutan Kasus Dugaan Pungli Dana BOP Madrasah dan Ponpes

MAROS, BKM — Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Maros, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Selasa (22/9).
Mereka meminta agar seluruh oknum yang terlibat dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) dana bantuan operasional (BOP) untuk madrasah dan pondok pesantren (Ponpes) di daerah tersebut ditangkap.
”Kami gelar aksi ini untuk meminta Kejari Maros agar mengusut tuntas kasus ini dan menangkap seluruh yang terlibat Pungli dana BOP madrasah dan pondok pesantren. Pokoknya, semua yang terlibat entah itu oknum Kemenag itu sendiri atau yang lainnya,” ujar ketua umum HMI cabang Maros Jufriady, kepada awak media.
Dia mengatakan, sesuai data yang disampaikan pihak Kejari bahwa adanya indikasi potongan anggaran yang dilakukan usai pencairan dan BOP tersebut. Dimana, besaran potongan dana madrasah sebesar 26 persen dan 10 persen untuk pondok pesantren.
”Sudah jelas kerugian negara akibat dari praktik Pungli itu. Kami juga menyayangkan lantaran tindakan ini mencoreng lembaga keagamaan yang ada di Indonesia,” katanya.
Ia juga meminta agar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Maros, Muhammad Tonang, agar mencopot oknum pegawai lingkup Kemenag yang terbukti melakukan tindakan Pungli dana BOP.
”Kami mengutuk keras tindakan ini, dan segera diadili sesuai UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” tandas Jufriady.
Pihak Kejari Maros sendiri memastikan kasus dugaan Pungli dana BOP ini diselesaikan secara transparan. Ia bahkan meminta kepada HMI Cabang Maros agar terus melakukan pengawalan proses hukum.
”Kami pastikan ini selesai sesuai prosedur hukum. Kami juga tidak main-main. Silakan kawal kasus ini sampai tuntas,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Maros, Muh Afrizal.
Saat ini, lanjutnya, sudah masuk ke tahap penyelidikan. Selain itu, pihaknya juga masih mengumpulkan alat bukti untuk menyeret semua oknum yang terlibat.
”Kita masih menggali alat bukti. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasil dan menetapkan tersangka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Maros, Muhammad Tonang, mengaku menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke penegak hukum. Ia juga meminta agar masalah ini tidak digiring ke opini lain.
”Kita kooperatif di Kemenag. Kita serahkan sepenuhnya kepada Kejari untuk menuntaskan persoalan ini,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ini dikatakannya, tidak diberikan secara tunai. Melainkan melalui rekening madrasah dan pondok pesantren penerima dana BOP itu. ”Tidak ada tunai. Semuanya langsung ke rekening penerima. Jadi, tidak ada yang singgah di Kemenag,” tutupnya. (ari/b)




×


HMI Desak Kejari Tangkap Seluruh Oknum Terlibat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar